Kewirausahaan

Pare Pahit, si Buruk Muka yang Berkhasiat

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Mak Ayu (Pecinta Kuliner Tradisional)

Wacana-edukasi.com — Siapa tak kenal sayur pare? Iklim tropis Indonesia tempat yang subur untuk tanaman ini. Ada 2 macam pare yang saya kenal, yang pertama pare ayam, bentuknya pipih panjang dan permukaannya halus. Jenis pare ini banyak digemari ibu-ibu karena rasanya yang enak dan mudah mengolahnya. Bisa untuk botok, oblok-oblok (bumbu botok tapi berkuah), lodeh, gulai, dll.

Saya di sini hendak mengurai tentang pare jenis kedua yaitu pare pahit. Jenis sayur ini banyak juga disukai ibu-ibu, tetapi tak sebanyak pare ayam, karena rasanya yang dikenal pahit dan banyak yang tidak menyukainya. Bentuk permukaannyapun tidak secantik pare ayam. Permukaannya penuh bentol-bentol tidak beraturan sehingga di juluki juga si buruk rupa.

Tidak hanya di dunia saja, beauty and the beast ternyata juga ada di dunia sayur-mayur. Unik kan latar belakang si pare pahit. Namun, pare pahit ini memiliki khasiat yang luar biasa. Pare kaya akan vitamin dan mineral yang baik untuk kesehatan. Diyakini pula pare dapat untuk obat demam, diabetes, sariawan, obat cacingan, anti kanker, dll.

Sungguh sayang menyampingkan pare pahit hanya karena rasa pahitnya, padahal rasa pahitnya dapat dibuang hingga cita rasanya justru enak di lidah. Sensasi pahitnya justru membuat enak dan menjadi lauk yang pas di lidah.

Bagaimana menghilangkan rasa pahit pare?

Ibu-ibu bisa menggunakan garam. Caranya : belah pare jadi 2 bagian, buang biji didalamnya, iris tipis-tipis. Taburkan garam di atasnya lalu remas-remas hingga terasa lunak di tangan, ini dilakukan untuk mengeluarkan getah pahitnya. Kemudian, cuci. Jadi, untuk meminimalisir rasa pahitnya hanya dengan meremas-remas pare dengan garam.

Banyak olahan yang bisa kita dapati dari pare, antara lain oseng pare, kripik pare, dan campuran siomay. Di sini, saya akan bagi resep oseng pare yang bikin nafsu makan bertambah.

Oseng Pare Pahit

Bahan:
2 pare (iris tipis, rumus seperti di atas untuk mengurangi rasa pahit)
1 potong tempe ukuran 4×10 cm (lebih enak tempe yang sudah semangit, tempe ini boleh diganti tahu, udang, atau bahan lainnya)
5 cabai rawit (sesuai selera)
6 bawang merah
4 bawang putih
5 sendok kecap manis
1 sendok makan gula
½ sendok makan garam
2 lembar daun salam
Minyak secukupnya

Cara memasak:
Iris tempe kecil-kecil seperti irisan kering, kemudian digoreng kekuningan.
Pare yang sudah diiris dan remas.
Iris cabai, bawang merah, dan putih.
Panaskan minyak sedikit, tumis bumbu irisan hingga berbau sedap, beri air 2 gelas, tunggu mendidih. Masukkan irisan pare dan daun salam, tunggu 15 menit (agar pare matang). Kemudian masukkan tempe, gula, garam, kecap, dan yang suka penyedap boleh tambah sedikit. Biarkan sesaat agar bumbu terserap sambil diaduk merata sampai air tinggal sedikit.

Dan cicipi! Rasa pahit pare lebih familiar di lidah dan selera makan lebih meningkat. Selamat mencoba.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 22

Comment here