Opini

Islam Mengajarkan Bakti pada Orang Tua

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh Rochma Ummu Arifah

wacana-edukasi.com, OPINI– Di zaman sekarang ini, sangatlah jarang menemukan anak dengan bakti tinggi kepada orang tuanya. Terlebih, orang tua yang memiliki kebutuhan khusus, misal sakit atau sangat renta. Terkuaknya kisah Tiko dengan baktinya kepada ibunya, Bu Eni, membuka mata kita bahwa bakti anak kepada orang tuanya masih dapat kita temukan di era modern saat ini.

Viral Kisah Tiko dan Bu Eni

Publik dikejutkan dengan ditemukannya seorang ibu dengan gangguan mental yang mendiami rumah mewah yang tak terawat dengan baik. Si ibu hidup berdua bersama anak laki-lakinya yang telah merawatnya sendiri selama sepuluh tahun terakhir. Gangguan mental yang dialami si ibu membuat anak laki-laki tersebut, Tiko, tak bisa meninggalkannya jauh-jauh.

Kisah ini terungkap dari sebuah video yang diunggah salah satu Youtuber yang awalnya menyoroti satu rumah mewah tak terurus. Pemandangan dari luar menampakan bahwa rumah dengan ukuran besar ini seakan tak berpenghuni karena ditumbuhi pepohonan yang amat rimbun. Kagetnya, setelah ditelusuri, rumah ini dihuni oleh dua manusia yaitu Tiko, anak laki-laki, yang merawat ibunya dengan gangguan mental akibat ditinggal ayahnya sepuluh tahun yang lalu.

Selama ini, Tiko dan ibunya hidup dalam keadaan yang sederhana dan justru memprihatinkan. Rumah tersebut sudah tak mendapatkan aliran listrik dan juga air. Untuk kebutuhan air, Tiko harus menadah air hujan. Tiko pun terlihat amat berbakti dalam merawat ibunya yang sedang sakit. Sampai sekarang, ibunya sudah dibawa ke rumah sakit jiwa demi mendapatkan perawatan dan pengobatan. (Sultra.tribunnews.com/4/01/2023).

Bakti Anak di Era Modern Ini

Yang membuat viral kisah ini adalah bakti Tiko pada ibunya. Hidup dalam keadaan yang sederhana dan pas-pasan, tanpa listrik dan air di kehidupan saat ini tentu bukan menjadi hal yang mudah dilewati. Namun tidak bagi Tiko. Ia sudah melewatinya demi merawat ibunya.

Inilah yang amat jarang ditemukan. Tak jarang kita menemukan kisah betapa sangat durhakanya anak kepada orang tuanya. Tak hanya berkelakuan buruk, tak jarang, ada berita menampakan seorang anak yang tega menganiaya atau bahkan membunuh orang tuanya. Terkadang penyebabnya pun juga sepele, misal saja karena harta.

Bahkan di dunia Barat, keberadaan orang tua yang tak lagi produktif hanya dianggap sebagai beban saja. Sebisa mungkin, anak-anak sebagai orang yang harus berdaya, berlepas diri dari keberadaan orang tua yang renta ini. Hanya sedikit sekali yang mengenal istilah berbakti. Semua perilaku masih diukur atas asas manfaat sedangkan merawat atau berbakti kepada orang tua dinilai tak memberikan manfaat, justru malah mendatangkan kerugian karena harus ada cost yang dikeluarkan.

Islam Mengajarkan Bakti Pada Orang Tua

Sudut pandang ini tentu berbeda dengan Islam. Islam memiliki cara pandang yang unik tentang bagaimana seharusnya perlakuan anak kepada orang tuanya. Islam menggariskan adanya bakti anak kepada orang tuanya. Bahkan hal ini menjadi sebuah kewajiban yang harus dilakukan sang anak. Jika tidak, maka akan terjerumus pada dosa yang mengundang murka Allah Swt. Bakti anak kepada orang tua mutlak adanya. Terlebih dalam keadaan orang tua sakit dan sangat membutuhkan perawatan dan bantuan dari anak. Sebagaimana apa yang kita temukan dalam kisah Tiko dan Bu Eni ini.

Islam menggariskan adanya bakti anak kepada orang tuanya di masa hidup orang tua. Sebut saja dengan membantu pekerjaan mereka dan membantu menafkahi, terlebih ketika orang tua sudah tak mampu lagi untuk bekerja. Sampai pada hal kecil seperti menyahuti panggilan orang tua saat dipanggil. Kisah Juraij yang tak menggubris panggilan ibunya saat salat kemudian si ibu murka dan menyumpahi dirinya bisa menjadi pembelajaran bagaimana sangat pentingnya untuk menjawab panggilan orang tua bahkan dalam keadaan sholat.

Saat orang tua sudah wafat, bakti anak justru sangat dibutuhkan. Hadis yang menggambarkan bahwa doa anak yang saleh menjadi amal yang terus mengalir untuk orang tuanya yang sudah wafat membuktikan kedudukan mulia anak yang berbakti pada orang tua. Di sini sangat jelas bahwa anak tetap harus berbakti pada orang tuanya yang telah wafat yaitu dengan mendoakan mereka.

Selain itu, bakti anak kepada orang tua yang sudah meninggal adalah dengan memenuhi wasiat atau janji yang dibuat semasa hidup serta menyambung tali ukhuwah dengan teman orang tua semasa hidup. Hal ini dapat kita temukan di dalam kisah bagaimana Rasul Saw. tetap menjaga ukhuwah dengan teman-teman istri beliau, Khadijah ra. sepeninggal beliau.

Inilah gambaran bagaimana Islam menempatkan berbakti pada orang tua dalam posisi yang tinggi dan mulia. Bahkan amalan ini disebut sebagai amalan sesudah beriman kepada Allah. Umat Islam diwajibkan untuk berbakti pada orang tuanya dalam kondisi apa pun. Inilah yang sudah jarang ditemukan di era modern saat ini di mana semuanya ditimbang dengan asas manfaat dan materi. Berbakti pada orang tua tak lagi menjadi keinginan dan cita-cita anak di masa tua orang tuanya. Wallahu alam bishowab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 2

Comment here