Surat Pembaca

Indonesia Darurat Kekerasan dalam Rumah Tangga

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Sri Retno Ningrum (Penulis Ideologis)

wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA– Indonesia darurat kekerasan dalam rumah tangga. Pernyataan tersebut tentu tidak berlebihan. Pasalnya, setiap hari masyarakat disuguhi dengan berita penyiksaan, penganiayaan hingga pembunuhan yang terjadi dalam rumah tangga. Seperti halnya yang menimpa Mega Suryani Dewi(24) tahun meninggal dunia di rumah kontrakannya di kampung Cikedokan Rt 01 Rw.4, desa Suka danau, kecamatan Cikarang Barat, Bekasi, Jawa Barat. Peristiwa tersebut disinyalir cekcok karena masalah ekonomi. Berdasarkan pengakuan pelaku bernama Nando telah menampar istrinya hingga membuat Mega terjatuh ke lantai dan tak berdaya. Bukannya iba, pelaku malah semakin kalap kemudian membunuh istrinya dengan menggorok leher dengan menggunakan pisau dapur ( Republika. co12/9/2023).

Selain itu, pembunuhan sadis juga dialami oleh NSL. Korban meninggal karena di bacok BSK, suaminya di kota Singkawang, Kalimantan Barat. Pembunuhan tersebut dilatarbelakangi karena pelaku tidak mau digugat istrinya. Korban pun datang ke rumah pelaku namun di sambut pelaku dalam keadaan marah kemudian mengambil pisau dan ditusukkan sebanyak 4-5 kali ke arah bagian perut korban. Korban di bawa ke rumah sakit namun tidak bisa diselamatkan (kompascom.com15/9/2023).

Fenomena yang terjadi di atas tentu sangat disayangkan. Nyawa manusia hilang dengan mudahnya. Demikian pula, tujuan pernikahan yang ingin mewujudkan keluarga sakinah, mawadah dan warrohmah hanya angan-angan belaka. Sebaliknya, yang terjadi kasus kriminalitas terjadi dalam rumah tangga. Pun fungsi ayah sebagai pelindung anggota keluarga dari orang yang tidak baik, namun malah menjadi penjahat di rumah tangganya. Miris!

Lebih dari itu, adanya penyiksaan terhadap istri yang berujung pada pembunuhan menunjukkan pelaku telah kehilangan akal sehat. Kelebihan manusia sebagai makhluk sempurna telah hilang dan berubah menjadi manusia yang tidak berakal bagaikan binatang yang memprioritaskan hawa nafsu. Sehingga ketika berbuat tidak berpikir apakah perbuatannya melanggar syariat atau tidak.

Tak bisa dimungkiri bahwa hilangnya akal sehat dan hati nurani manusia saat ini tidak lepas dari sistem sekularisme. Sistem tersebut menjadikan agama dipisahkan dari kehidupan. Agama pun yang dipakai saat beribadah kepada Allah Swt. tapi untuk urusan kehidupan, manusia dianggap boleh membuat aturan sendiri. Sehingga wajar pelaku nekad menghabisi nyawa istrinya sendiri. Tak bisa dimungkiri pula, bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab pertengkaran dalam rumah tangga. Gaji yang tidak mumpuni dari suami, di tambah lagi kebutuhan hidup yang serba mahal. Semua itu terjadi merupakan buah dari diterapkannya sistem kapitalisme. Kapitalisme menjadikan pemilik modal bisa menguasai kekayaan alam negara. Sehingga rakyat harus membeli kebutuhan hidup dengan harga yang mahal.

Perlu dipahami bahwa apapun motif dari suami tega membunuh istri perbuatan membunuh merupakan perbuatan yang melanggar syarak. Apalagi jika dilakukan dengan sengaja. Allah Swt. berfirman dalam surah An- Nisa ayat 93 yang artinya:” Barang siapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahannam, kekalahan ia selama-lamanya dan Allah murka kepada- Nya, dan mengutuknya serya menyediakan azab yang besar kepadanya. ”

Sungguh kekerasan yang terjadi dalam rumah tangga sangat di sayangkan. Tujuan pernikahan yang seharusnya menciptakan rasa sakinah atau tenang ternodai dengan tindakan kriminalitas. Maka satu-satunya cara untuk mengakhiri KDRT adalah dengan menerapkan sistem Islam atau Khilafah.

Sistem Islam atau Khilafah memiliki sistem pendidikan yang berbasis pada akidah Islam. Masyarakat di didik dengan akidah islam sehingga lahirlah individu-individu yang bersyakhsiyah Islam. Sehingga enggan untuk berbuat maksiat.

Sistem Islam juga memiliki sistem ekonomi yang berbasis sistem ekonomi Islam. Negara akan mengelola kekayaan alam sehingga hasilnya di berikan rakyat secara gratis melalui pemenuhan kebutuhan kesehatan, pendidikan dan keamanan. Terkait pemenuhan kebutuhan pokok, negara menstabilkan harga sehingga tidak ada kepanikan dari rakyat karena harga mendadak naik bahkan kebutuhan pokok dapat di beli dengan harga yang murah. Negara pun memiliki sumber pendapatan lain dari anfal, khusus, jizyah, kharaj dan sebagainya yang di simpan di Baitulmal. Maka tidak ada pilihan lain bagi kita untuk bersegera menerapkan sistem Islam atau Khilafah. Dengan Khilafah niscaya rakyat sejahtera dan terwujud keluarga yang sakinah, mawadah dan warrohmah Wallahu’alam Bisshowab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 10

Comment here