Syiar IslamTabligul Islam

Bisnis Kolong Langit, Profit dari Langit

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Annida Khairunnisa

Wacana-edukasi.com — Banyak orang melakukan bisnis yang dicari adalah profit (keuntungan) Kalau ada pebisnis yang mencari rugi, itu namanya bodoh.

Berdagang adalah bisnis yang suami dan saya tekuni setiap harinya, karena pengen mengikuti Rasulullah saw. menjadi pedagang yang sukses. Walaupun kami tidak sesukses Rasulullah dalam berdagang, syukur alhamdulillah bisa memenuhi kebutuhan hidup dan tidak ada orang yang mengatur jam kerja kami hehehe.

Menulis itu adalah bisnis kolong langit yang dilakukan oleh para Ulama besar seperti Imam Syafi’i, Imam Hambali, Imam Hanafi, Imam Maliki, Syekh Taqiyuddin annabhani, Imam Bukhari, Muslim, dan lain-lainnya.

“Jika engkau bukan anak seorang raja, juga bukan anak seorang ulama besar, maka menulislah.” (Imam Al-Ghazali)

Rasulullah saw. bersabda “Bahwa ketika anak Adam sudah meninggal dunia, maka seluruh amalnya akan terputus, kecuali tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, anak saleh yang mendoakannya.

Semua penulis akan meninggal, hanya karyanyalah yang akan abadi sepanjang masa. Maka menulislah yang akan membahagiakan dirimu di akhirat nanti. (Ali bin Abi Thalib)

Semangat menebar kebaikan lewat aksara itulah yang harus dikerjakan saat ini. Banyak tempat untuk ditulis misalnya status WhatsApp, laman Facebook, dan Instagram.

Seorang penulis harus tetap semangat bungkam kebatilan untuk membela agama Allah. Bukan pujian yang ingin didapatkan. Meski sepi like, komen dan share bila sudah niat lillah maka menulis akan terus menjadi aktivitas yang akan dilakukan karena sadar bahwa menulis adalah salah satu upaya membungkam kebatilan, menebar kemulian hingga terwujud kesadaran umat untuk berbuat kebaikan.

Kebatilan dan kezaliman harus segera dilawan lewat tulisan yaitu untuk membongkar makar penjajah. Sehingga semua bisa ditulis dengn tulisan kebaikan, yang penuh hikmah hingga orang berbuat baik dan menjadi amal jariah. Janganlah sampai membuat tulisan sampah yang tak ada gunanya, seperti tulisan kemaksiatan, fitnah, aib orang lain sehingga mendatangkan dosa tak berkesudahan.

Inilah yang disebut dengan bisnis kolong langit yaitu bisnis dunia dan akhirat yang dilakukan para ulama.

Tidak semua perbuatan itu menghasilkan nilai materi, tetapi ada juga nilai insaniyah, khuluqiyah, akhlakiyah.

Jadi sebagai pengemban dakwah, hendaklah melakukan amar makruf nahi mungkar tidak dengan lisan saja tapi juga dengan tulisan. Sehingga dapat dibaca oleh banyak orang di seluruh dunia, dan ketika kita meninggal masih bisa orang membacanya dan berbuat kebaikan dari buku yang dibaca.

Ketika kita menulis akan mendapatkan profit dua sekaligus. Pertama, dihadapan manusia sebagai penulis inspiratif dan kebaikan. Kedua, yaitu agar menarik perhatian Allah lebih kepada kita. Sehingga mengenal kita sebagai pejuang penulis kebaikan yang mengharap rida Allah Swt.

Jangan pernah berhenti untuk menulis kebaikan, hingga pertolongan Allah Swt. datang dan kemenangan Islam segera terwujud.

Bulatkan tekad untuk meraih kemenangan. Ketika berjual beli dengan manusia belum tentu beruntung, tapi berjual beli dengan Allah pasti beruntung, dan profitnya dari langit, lansung dari Allah yaitu jannah-Nya.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 2

Comment here