Syiar IslamTabligul Islam

Bangkitnya Peradaban Islam Menuju Kemenangan

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Roida Erniawati

Wacana-edukasi.com — Semenjak tanggal 28 Rajab 1342 H bertepatan 3 Maret 1924 M kekhilafahan diruntuh kankan oleh konspirasi barat dibawah komando Mustafa kamal, umat mengalami penderitaan yang tak kunjung henti.

Waktu cepat berlalu tak terasa menginjak bulan Rajab 1442 H , sehingga 100 tahun umurnya hidup tanpa khilafah. Problematika terus digempur oleh sistem kapitalis yang sekular membuat umat kualahan menghadapinya.

Dampak Penerapan  Sistem Sekular

Adanya penerapan sistem yang keliru membuat krisis kehidupan multidimensi, karena tidak ada perisai yang mampu melindungi umat. Semakin tingginya angka kemiskinan, kebodohan, dan jaminan kesehatan yang diabaikan. Jaminan keamanan pun masih belum diperhatikan seacar serius, terutama kehormatan seorang wanita. Banyak ditemui pemerkosaan, praktek prostitusi merajalela, wanita pun dieksploitasi untuk memuaskan kepentingan para kapitalis. Belum lagi pembunuhan begitu mudah kita dengar tiap hari, padahal nyawa seorang muslim lebih berharga dari dunia yang kita tempati. Saudara muslim dan para ulama yang menyuarakan kebenaran diintimidasi dan didiskriminasi di berbagai negara tanpa alasan yang logis. Seperti Suriah, Uighur, Kashmir, Rohingya, Palestina, tak terkecuali di Indonesia.

Segeralah membuka mata bahwa sistem saat ini mustahil mampu mengatasi permasalahan umat, yang ada malah memperkeruh.

Islam adalah Solusi 

Islam hanya bisa diimplementasikan di institusi khilafah sebagai sistem pemerintahan. Menjalankan urusan umat dalam memutuskan semua perkara dengan Al-Qur’an dan As- sunnah. Sehingga yang didapat hanyalah kedamaian dan kemudahan, tak hanya dirasakan oleh kaum muslim melainkan nonmuslim pun ikut merasakan. Urgensitas khilafah sangat dibutuhkan untuk mengobati negara sekarat, bukankah itu adalah sebuah harapan satu- satunya yang dirindukan oleh semua umat.

Seperti dikutip Thomas Walker dalam bukunya The preacing of islam;

“Perlakuan terhadap warga kristen oleh pemerintahan Turky Utsmani kurang lebih 2 abad setelah penaklukannya memberikan contoh toleransi keyakinan yang sebelumnya tidak ditemui di daratan Eropa.”

Janji Allah akan terealisasikan atas kehendaknya, sebagai seorang muslim kita hanya bisa mengupayakan dalam ketaatan kepada sang Rabbnya. Janji kemenangannya menumbuhkan rasa semangat agar melangkah lebih mudah dalam mendakwahkan yang haq dan mengecam keras kepada yang bathil. Saatnya kita bangkit dari keterpurukan menuju perubahan, cukup Allah SWT sebagai saksi dari hasil kerja keras kita.

Allah Swt. berfirman:

هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا

“Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar, agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi. (QS. Al- Fath :28).

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 20

Comment here