Puisi

Tetap Bertahan

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh. Diana Septiani

wacana-edukasi.com, PUISI-– Di sana gelap mencekam
Di sini hingar bingar tak terpedam
Di sana gemerlap semburan api meradang
Di sini tawa riang kian melenakan

Di sana jeritan anak silih berganti
Di sini jogetan anak kian mewarnai
Di sana ibu menangis darah
Di sini ibu doyan bergibah

Di sana ribuan nyawa tinggallah nama
Di sini satu nyawa jadi sorotan jutaan mata
Di sana!
Ya!
Mereka masih bertahan di sana
Hari ini, esok bahkan entah sampai kapan

Bukan semata karna ego cinta tanah airnya
Bukan karena dorongan gila merdeka

Merekalah garda terdepan kita
Harta, nyawa juga keluarga rela dikorbankan
Demi orang-orang congkak yang tak tau diri
Tak lagi mengerti
Juga tak peduli

Bukankah mereka juga manusia?
Bukankah seorang di sana itu berharga?

Mereka tetap bertahan
Menjaga tanah suci Islam
Di tengah badai yang kian mencekam
Mereka tetap bertahan
Sementara kita hanya terdiam menyaksikan

Sudah lelahkah kawan?
Sudah ingin pergi?
Enggan bertahan?
Perjuanganmu yang tak seujung jari
Pengorbananmu yang masih tak seberapa
Tangis palsumu hanya karena iba
Tak mampu lepaskan belenggu mereka

Sudah benarkah jalan kita?
Sudah bertahankah kita?

Mereka tak butuh solusi dua negara
Kicauan sesat yang terus dinyanyikan
Mereka tak butuh organisasi penuh keji
Memainkan peran seolah peduli
Adakah solusi jitu selain jihad dan institusi syari?

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 8

Comment here