Opini

Tagihan Listrik, Bikin Rakyat Kecil Menjerit

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Sujilah (Ibu Rumah Tangga dan Pegiat Dakwah )

Wacana-edukasi.com — Listrik dalam kehidupan sehari-hari memegang peranan yang sangat penting. Apalagi selama pandemi kegiatan di rumah banyak yang menggunakan listrik. Mulai dari peralatan dapur, kebutuhan belajar online, bekerja dan lain-lain. Yang pastinya penggunaan listrik lebih banyak dan bergantung pada listrik. Namun, apa jadinya jika masyarakat harus membayar listrik tepat waktu sementara kondisi wabah corona telah membawa dampak secara ekonomi?

Seperti dilansir dari Bandungkita,id, Selasa 2/12/2020, Bupati Bandung Dadang M Naser mendapat penghargaan dari Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) Zulkifli Zaini. Penghargaan ini diberikan lantaran dukungan dan kerjasama Bupati Bandung dalam kegiatan strategis ketenagalistrikan nasional yang diselenggarakan PLN. Dadang Naser juga berterima kasih kepada seluruh masyarakat kabupaten yang taat dalam membayar listrik.

Menurut Dadang Naser, penghargaan ini untuk seluruh masyarakat yang secara sabilulungan mendukung setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah. Serta bisa terus bersinergi baik dalam retribusi penyaluran maupun pemasangan aliran energi listrik di kabupaten Bandung.

Semenjak pandemi dari April hingga enam bulan berikutnya, PLN memberikan keringanan kepada pelanggan 450 VA dengan dibebaskan dari tagihan listrik dan serta pemberian diskon 50% bagi pelanggan 900 VA bersubsidi.

Sebetulnya warga tiap bulan berusaha bayar tepat waktu, khawatir petugas PLN mencabut dan memutuskan sambungan listrik di rumah. Meskipun ada subsidi gratis bagi sebagian masyarakat, tetap di sisi lain masyarakat yang tak dapat subsidi justru tarif dasar listriknyaý dinaikkan. Malangnya nasib rakyat di negeri ini, sudahlah jatuh, tertimpa tangga pula, sudahlah kondisi sulit bertambah lagi susah.

Seharusnya pemerintah atau PLN berupaya menghapuskan denda atau tarif naik selama masa pandemi, agar meringankan kesulitan yang dihadapi rakyat, bukan menambah beban masalah. Seharusnya sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk memperhatikan kondisi dan keluhan rakyat. Namun sayang, pemerintahan yang terjadi sekarang malah kebalikannya, penguasa tak henti-hentinya melukai hati rakyat, bukannya mendapatkan jaminan hidup, rakyat dibiarkan mencari solusi sendiri pada segudang permasalahan. Harusnya penguasa lebih tahu bagaimana mengobati keresahan rakyatnya, bukan malah menambahkan luka kepada rakyatnya.

Inilah dampak nyata dari sistem kapitalis yang menyuburkan ketidakadilan kepada rakyat. Terbentuknya kesenjangan sosial, bertambahnya kemiskinan hingga rakyat harus menanggung hidup sendiri dan keluargannya masing-masing. Akibat tidak terpenuhinya fasilitas publik dari negara hampir di seluruh aspek pelayanan bukan cuma listrik.

Adapun tingginya tarif listrik, disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang menyerahkan pengelolaan listrik dan sumber energinya kepada swasta dan asing. Yang hasilnya tidak dikembalikan untuk kesejahteraan rakyat, justru malah menyengsarakan rakyat.

Berbeda halnya jika negara mau menerapkan sistem Islam. Listrik dalam pandangan Islam, merupakan kepemilikan umum yang wajib dikuasai oleh negara untuk kepentingan seluruh rakyat. Listrik termasuk dalam kategori api atau energi. Sebagaimana hadits Nabi Muhammad saw.

“Kaum muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumput, air, dan api.” (Hadits Abu Dawud dan Ahmad)

Energi listrik berasal dari tambang migas dan batu bara. Sehingga tidak boleh dikomersilkan pengelolaan juga hasilnya sebagaimana sistem yang ada saat ini. Barang tambang seharusnya dikelola negara dan hasilnya dikembalikan sepenuhnya kepada rakyat. Demikian halnya negara juga bertanggung jawab secara penuh kebutuhan listrik rakyatnya, baik yang mampu maupun kurang mampu.

Jika rakyat merindukan kehidupan yang tenang, penerangan yang terang benderang, hanya bisa di dapat dalam naungan Islam.

Selama sistem demokrasi kapitalis diadopsi negara ini, rakyat akan terus berada pada keadaan terpuruk secara terus menerus tanpa ada perubahan. Maka, hanya dengan sistem Islam hukum-hukum Allah bisa diterapkan di tengah-tengah kehidupan.

Pemimpin yang beriman akan meriayah rakyatnya sesuai dengan tuntunan Islam. Memberikan seadil-adilnya, memenuhi kebutuhan rakyat dengan baik, melindungi, mengasihi, dan mengayomi rakyatnya sebagai bentuk tanggung jawabnya melayani umat.

Wallahua’lam bishshawab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 3

Comment here