Surat Pembaca

Sistem Islam Memberi Jaminan Kenyang

Bagikan di media sosialmu

Oleh : Ummu Ruhul Jadiid

wacana-edukasi.com. SURAT PEMBACA— Drama program Makan Bergizi Gratis (MBG) tak henti-hentinya membuat gebrakan baru. Setelah tercatat dan terpantau banyaknya daftar korban keracunan MBG sejak program tersebut diluncurkan yaitu pada Januari 2025 hingga Januari 2026, mencapai sekitar 21.254 orang,( asia-pacific-solidarity.net) bukannya melakukan evaluasi keberhasilan program tersebut, kini menambah sederetan program pendukung berlangsungnya MBG ke depannya.

Badan Gizi Nasional melalui Dadan Hindayan selaku Kepala BGN mengatakan bahwa BGN akan mengangkat 32.000 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) pada Februari 2026 sebagai rekrutmen tahap kedua. Menurut Dadan, dari total 32.000 formasi, sebanyak 31.250 dialokasikan untuk jabatan Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program MBG yang akan diisi lulusan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Selain itu, disiapkan 750 formasi akuntan dan 375 formasi tenaga kerja. Diperkirakan mereka akan menjadi PPPK mulai 1 Februari 2026 (kumparan.com).

Acuh tak acuh, bagai abu di atas tunggul. Gambaran pemerintah saat ini seperti itulah kondisinya. Tidak peduli dan tidak memberikan perhatian kepada rakyat dan masyarakatnya. Keracunan akibat program MBG tak dijadikan evaluasi apakah program ini layak untuk diteruskan atau tidak. Biaya pendidikan yang semakin tinggi namun gaji guru bahkan tak layak hidup sehari-hari tidak diselesaikan. Kini malah menambah daftar hitam program MBG terhadap khalayak banyak.

Fokus negara dalam sistem kapitalisme bukanlah memberikan kesejahteraan dan kenyaman kepada rakyat. Namun negara selalu fokus kepada program-program yang menghasilkan cuan diberbagai sektor kehidupan masyarakatnya. Sekira sebuah program yang dibentuk akan mengalir pundi-pundi uang yang bisa dijadikan ladang korupsi, maka sejatinya program tersebut akan dipertahankan agar terus berkelanjutan. Lihat saja dana program MBG ini, dari tahun 2025 dana APBN MBG yang tadinya 77 trilliun rupiah menjadi 333 trilliun rupiah. Angka yang fantastis untuk program makan-makan saja.

Sudah bukan hal yang aneh jika rakyat dijadikan bulan-bulanan pemerintah untuk mensejahterakan kantong para pejabatnya. Memang begitulah tabiat asli pengusung dan pelaku sistem kapitalisme sekuler. Program yang dijanjikan saat kampanye dijalankan yang mendatangkan cuan dan keuntungan bagi mereka saja. Bukan demi kesejahteraan rakyat.

Ibarat pepatah yang mengatakan “memadamkan api dengan minyak”. Padahal sangat banyak masalah-masalah besar dan urgen untuk diselesaikan. Seperti pemulihan bencana di Sumatera dan Aceh, tanggap bencana di berbagai daerah di Indonesia, korupsi miliaran hingga trilliunan, deforestasi, tambang ilegal, judol dan pinjol, gaji pendidik yang gak ngotak, pergaulan bebas, kenakalan remaja, LGBT, kasus bunuh diri, hingga pembunuhan yang kian marak dimana-mana. Ini serentetan masalah yang harusnya serius untuk diselesaikan oleh negara. Namun bagai punuk merindukan bulan. Jangan berharap diberikan pertolongan dan solusi tuntas jika masih hidup dalam sistem kapitalisme buatan manusia ini. Karena manusia adalah makhluk lemah dan egois. Hingga tak pantas dan tak mampu untuk memberikan solusi atas permasalahan manusia yang lain.

Yang pantas dan mampu hanya Allah azza wa jalla yang memberikan solusi atas setiap permasalahan manusia. Melalui syariat Islam yang diterapkan secara kaffah dalam kancah kehidupan bernegara, sistem Islam mampu menyelesaikan masalah secara tuntas, tanpa menimbulkan masalah yang lainnya. Sistem Islam adalah sistem yang mengatur segala permasalahan yang senantiasa dihadapi oleh manusia dimanapun secara benar. Bukan hanya menyelesaikan masalah ekonomi dengan penerapan sistem ekonomi Islamnya saja, namun masalah lain seperti pendidikan, kesehatan, sosial, bahkan struktur pemerintahanpun ada sistem dan aturannya.

Aturan kehidupan yang diberlakukan dalam Sistem Pemerintahan Islam sesuai fitrah manusia. Ia menjamin kesejahteraan, kenyamanan, keamanan dan keadilan bagi seluruh rakyatnya. Tidak ada istilah hukum tumpul ke atas tajam ke bawah. Tidak akan ditemukan proyek atau program yang menjadi ladang korupsi para pejabatnya. Karena sistem Islam yang diterapkan secara kaffah akan memenuhi kebutuhan-kebutuhan primer masyarakat secara adil dan merata, baik orang miskin maupun orang kaya. Semua rakyat akan dipenuhi kebutuhan hidupnya tanpa tebang pilih. Dana yang digunakan pemerintahan Islam bersumber dari hasil pengelolaan Sumber Daya Alam yang bersifat umum. Bukan dari kutipan dan beban pajak dari rakyatnya.

 

Pemerintahan Islam menjamin seluruh rakyatnya senantiasa merasa kenyang setiap harinya, baik orang dewasa maupun anak-anak. Baik siang hari maupun malam hari. Diberikan fasilitas pendidikan secara gratis namun memadai. Dijaga keamanan diri maupun tempat tinggal masyarakatnya. Para lelaki dewasa yang sudah wajib mencari nafkah akan dibantu kemudahannya untuk bekerja. Dan umat Islam akan dijaga kehormatan serta akidahnya.

Demikianlah sedikit gambaran jika sistem pemerintahan Islam diterapkan dalam kehidupan manusia. Islam adalah rahmat. Dan manusia yang hidup dalam naungan Islam akan mendapatkan kehidupan yang berkah.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 0

Comment here