Bahasa dan SastraPuisi

Rindu Nafas Desa Kembali (Desaku:4)

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Mak Ayu

Jangan lagi mengeluh tuk sesali yang telah berlalu
Nasi telah menjadi bubur, nikmati!
Meski harus tertatih mengejar mimpi yang basi
Jangan lelah tertatih, merangkak hingga tegak berdiri
Mengejar impian pulang kampung halaman
Melepas rindu nafas desa kembali
Saat peluh tersenyum menikmati sepoy dedaunan

Mimpi tentang kesatuan yang tercabik-cabik
Porak poranda oleh janji manis sang penguasa
Menyerahkan keperawanan bumi pada pengusaha
Hingga menyusuri tiap lahan produktip kami
Mencapai celah terkecil tempat mengais rejeki
Desa perlahan berganti wujud modernisasi
Tersandera investasi yang tak mungkin lugu

Lantas kemana wujud impian berujung?
Setelah terbangun dari sesat mimpi kapitalisme
Tidahkah berfikir bahwa Allah SWT telah mengasihi
Memberi rahmat pada semesta
Kembalilah pada jati dirimu … bangkit berjuang
Masih ada ruang kosong yang pernah kalian tinggal
Cukup dengan kami mendengar dan kami patuh

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 35

Comment here