Gaya HidupRemaja

Remaja Bijak Menorehkan Jejak

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Naila Ahmad Farah Adiba (Siswi Kelas 7 DKDM Ponpes Al Ihsan Baron, Nganjuk)

Bagaimana kabar sobat? Semoga sehat terus semangat dan senantiasa dalam kondisi taat.  Aamiin…

Oh ya ngomong-ngomong sudah pada bosan ya dirumah terus? Jawabannya pasti. Begitu juga yang Naila rasakan. Betapa tidak, meskipun ada pembelajaran, aktivitas sekolah juga berjalan, yang semua dilenggarakan via daring (dalam jaringan). Dan hal itu jelas mengantarkan pada kebosanan tak berujung.

Sayangnya di tengah pandemi covid-19 ini, kegaringan yang mereka rasakan diisi dengan kegiatan-kegiatan yang tak jarang menabrak protokol kesehatan dan syariat Islam. Coba perhatikan sejenak, tidak sedikit para remaja berusia belasan tahun, mereka berperilaku yang sama sekali tidak ada bermanfaat, seperti bergerombol sambil berselfi ria, main aplikasi tiktok, dan lain sebagainya.

Penulis merasa prihatin, remaja yang seharusnya adalah aset bangsa yang berharga, tonggak peradaban masa depan malah hura-hura dan cenderung abai. Sudahlah begitu, sekarang yang diikuti malah jejaknya K-pop yang sebagian besar beragama non Islam. Tidak sadarkah mereka “Seseorang akan bersama orang yangdicintainya” (Hadits dari Abdullah bin Mas’ud yang disepakati oleh Al-Bukhori dan Muslim). Mereka tidak melihat, atau mungkin tidak tahu, atau tidak mau tahu bahwa sesungguhnya didalam Islam itu, banyak sekali para remaja yang bijak dan menorehkan jejak yang gemilang dan berkarya untuk kemaslahatan umat.

Contohnya bisa dilihat terutama pada saat kejayaan Islam. Seperti Usamah bin Zaid yang menjadi panglima perang melawan Romawi pada umur 17 tahun, kemudian sahabat Ali bin Abi Thalib yang menaklukkan benteng Khaibar, dimana benteng Khaibar merupakan benteng yang paling sulit dilalui, tak tanggung tanggung beliau menaklukkan benteng tersebut seorang diri. Kemudian ada Shalahuddin Al-Ayyubi yang bercita-cita dan alhamdulillah berhasil, yaitu membebaskan Al-Quds atau Yerussalem dari tangan tentara salibis. Nah, yang paling fenomenal adalah seseorang yang berusaha menepati janji Rosulnya yang mana ia bercita cita untuk menaklukkan kota Konstantinopel, ya ia adalah Sultan Muhammad Al Fatih putra dari Sultan Murad ll. Betapa indah jejak jejak yang mereka torehkan ke dalam lembaran sejarah.

Nah, sudah banyak contoh seperti diatas, mengapa masih saja banyak yang seolah olah tidak mengerti bahwa seharusnya mereka itu harus menjadi remaja yang bijak? Tentu, ini disebabkan oleh fakta sejarah yang diputarbalikkan, sehingga remaja sekarang banyak yang tidak peduli atau abai terhadap esensi remaja yang sesungguhnya.

Tidak inginkah kita menjadi remaja yang hebat, smart dambaan umat. Oleh karena itu yuk kita mengkaji Islam. Kenapa sich harus Islam karena hanya Islam yang punya solusi setiap permasalahan. Dengan banyak belajar, membaca dan bertanya tentunya dengan proses pembinaan rutin, para remaja akan berfikir, bahwa seharusnya mereka itu harus menjadi remaja yang bijak dan menorehkan jejak yang gemilang.

Semoga para remaja saat ini segera melek dengan kondisi yang ada dan segera kembali kepada jalan yang diridhoi oleh Allah SWT. Kita menunggu remaja atau pemuda yang akan membebaskan Al-Quds dari tangan kaum kafir dan menaklukkan kota Roma. Takbir!!!

Wallahu alam bisshowwab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 2

Comment here