Bahasa dan SastraPuisi

Pilu (Desaku: 3)

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Mak Ayu

Wajah elokmu mulai pasi dalam debu zaman
Mengusik ketenangan berganti dentum kebisingan
Pilu … pasrah…

Sambil menyaksikan beton-beton kuat menindih
Menancapkan tonggaknya tanpa peri
Mencabik-cabik kecantikannya hingga hilang bentuk
Desaku … keperawanan yang tinggal kenangan
Tergusur pabrik-pabrik mempersolek kejumawaan
Meninggalkan aroma asap pekat polusi

Dan saat kepenatan membangunkan harap semu
Engkau sudah tak lagi mampu kembali
Menjejakkan kaki di lahan berlumpur
Membersamai anak pinak sembari bermain
Di lahan yang tinggal kenangan
Dan engkau berteduh di sudut kecilnya
Mengais uang yang tak seberapa
Sebagai buruh pabrik …

Desaku yang perawan tinggal kenangan
Bulir-bulir keemasan yang akhirnya terlepas
Menjadi barang yang harus dibeli
Dan sungguh … tak dapat memahaminya
Sehingga kalian masih bisa memujanya
Meski menyaksikan semua kepiluan
Tempatmu yang dikuasai pemilik modal
Tinggal papa, nestapa di lumbung padi
Bepikirlah …
Atau perlahan menjadi budak di tanah sendiri

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 7

Comment here