Surat Pembaca

Perlu Evaluasi Kembali PJJ

blank
Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com — Baru-baru ini dunia pendidikan kembali berduka lantaran sistem PJJ yang menelan korban. Seorang siswi SMA di Gowa, Sulawesi Selatan, berusia 16 tahun nekat bunuh diri dengan meminum racun rumput. Koban diduga bunuh diri akibat depresi dengan banyaknya tugas-tugas daring dari sekolah. Korban kerap bercerita pada teman-temannya, perihal sulitnya akses internet di kampung yang menyebabkan tugas-tugas daring menumpuk. Mirisnya, korban merekam aksi bunuh dirinya tersebut ke dalam sebuah video.

Banyaknya tugas daring dan minimnya sarana prasarana pendukung PJJ cenderung mengakibatkan tekanan pada diri siswa. Keterbatasan orang tua mendampingi anak pun membuat tingkat stres semakin meningkat. Ditambah lagi, berlakunya sistem pendidikan sekuler yang memisahkan agama dari kehidupan, membuat tujuan utama yang ingin diraih hanya mendapatkan nilai semata. Sehingga, tatkala keinginan tidak tercapai ditambah tingkat keimanan yang rendah maka solusi bunuh diri cenderung diambil untuk menyelesaikan masalah.

Adanya peristiwa siswa bunuh diri ini tentunya menjadi peringatan keras bagi pemerintah. Seyogianya, pemerintah mengevaluasi kembali sistem pendidikan di Indonesia khususnya terkait kurikulum PJJ, agar tidak berdampak pada depresi siswa. Selanjutnya bisa beralih pada pendidikan Islam yang senantiasa menjadikan keimanan sebagai landasannya. Dalam hal ini, negara akan bertanggung jawab penuh memberikan sarana dan prasarana pendidikan yang dibutuhkan rakyatnya.

Nurul Aqidah, Bogor, Jawa Barat

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 1

Comment here