Opini

Peran Besar Khilafah di Nusantara

blank
Bagikan di media sosialmu

Penulis: Nuni Toid ( Ibu Rumah Tangga dan Member AMK )

blankWacana-edukasi.com. Sungguh besar jasa yang telah ditorehkan negara Khilafah kepada Nusantara. Sudah seharusnya Nusantara berterima kasih, bersyukur bisa mengenal Islam. Hingga akhirnya masyarakat Nusantara banyak yang memeluk agama ini dan menjadikan masyarakatnya sebagai mayoritas Muslim terbesar di dunia.

Itu semua berkat peran besar dari negara Khilafah. Karena salah satu target dakwah negara Khilafah adalah Indonesia. Tidak dapat dipungkiri, cukup banyak catatan jejak sejarah yang membuktikan akan peran besar dan jasa negara Khilafah dalam mendakwahkan Islam dan menjaga Nusantara.

Beberapa bukti peran besar negara khilafah terhadap Nusantara, antara lain sebagai berikut :

(1) Kerajaan Sriwijaya.

Menurut S.Q Fatimi, penguasa Kerajaan Sriwijaya yang berpusat di pulau Sumatera, Maharaja Sri Indravaman pernah mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz di Damaskus. Surat tersebut dinukil oleh Ibn Abd Rabbih dalam al-Iqd ak-Farid berdasarkan riwayat dari Nuaym bin Hammad :

“Raja Hind (Sriwijaya) mengirim surat kepada Khalifah Umar bin Abdul Aziz : Dari Raja Diraja-yang adalah keturunan seribu raja yang istrinya juga adalah anak cucu seribu raja; yang dalam kandang binatangnya terdapat seribu Gajah; yang di wilayahnya terdapat dua sisi sungai (Musi dan Batanghari) yang mengairi batang Gaharu, bumbu-bumbu wewangian, pala dan kapur barus yang semerbak wewangiannya sampai menjangkau jarak 12 mil-kepada Raja Arab (Umar bin Abdul Aziz) yang tidak menyekutukan Allah dengan segala sesuatu.

(2) Kesultanan Aceh

Memperbaharui hubungan dan ketaatan dengan pusat Kekuasaan Islam di Timur Tengah. Sultan Aceh yang ketiga Alauddin Riwayat Syah al-Qahhar mengirim surat, ia menyatakan baiatnya kepada Khilafah Utsmaniyah dan memohon agar dikirimi bantuan militer ke Aceh untuk melawan Portugis yang bermarkas di Malaka. Dengan bantuan yang di dapat dari Khilafah Utsmaniyah ini, Sultan al-Qahhar dari Aceh dapat menyerang Portugis di Malaka pada 20 Januari 1568 dengan kekuatan 15.000 tentara Aceh, 400 Jannisaries Utsmaniyah dan 200 meriam perunggu (Amirul Jadi, 2004 : 23). Tentu saja kehadiran pasukan Khilafah Utsmaniyah di Nusantara benar-benar menggetarkan Portugis, sebaliknya begitu membahagiakan Muslim dan menguatkan Islam.

(3) Sultan Babullah bin Khairun di Ternate

Menjalin kerjasama dengan 20 orang ahli senjata dan tentara Khilafah Utsmaniyah ketika memerangi Portugis di Maluku sepanjang tahun 1570-1575 (Leonard Andaya,1993:134, 137).

(4) Kesultanan Demak

Sultan Demak yang keempat, Sunan Prawoto, juga menjadikan penguasa Utsmaniyah sebagai panutan dalam cita-cita untuk mengislamkan seluruh Tanah Jawa (dr Granat dan Pigeaud, 2019: 126).

Sepanjang abad 17, banyak penguasa Islam di Nusantara yang mengirimkan utusan menyatakan akan ketundukannya kepada Khilafah Utsmaniyah. Bahkan Sultan di Aceh yang berkuasa pada abad 19, yaitu Sultan Ibrahim Manshur bahkan terang-terang menyatakan negerinya sebagai bagian dari Khilafah Utsmaniyah. Tidak hanya itu, Sultan Ibrahim Manshur Syah juga menjadikan Khilafah Ustmaniyah sebagai tempat meminta izin untuk menggalang persatuan para Sultan di Nusantara demi menegakkan jihad mengusir penjajahan Belanda.

Demikianlah peran sumbangsih Khilafah terhadap Nusantara. Ketika Nusantara dijajah dan dikuasai oleh para penjajah (Belanda) khilafah pun membantunya. Dengan menempatkan konsul-konsulnya di Batavia. Salah satu Konsul Utsmaniyah yang bertugas di Batavia pada tahun 1897-1898) Mehmed Kamil Bey. Dia berusaha dengan sungguh-sungguh membangkitkan perasaan anti Belanda di antara kaum muslim setempat.

Maka sungguh pemerintah Islam yang bernama khilafah pernah memainkan peranan yang besar di Nusantara. Rentang jarak pusat Khilafah yang jauh di sana, di Bagdad, Kairo ataupun Istanbul tidak menyurutkan kepedulian para Khalifah dan kaum Muslim di sana untuk Nusantara. Begitupun masih banyak jejak Khilafah yang masih berbekas di berbagai pulau di Asia Tenggara.

Tentu jejak khilafah yang paling membekas, jelas dan nyata adalah keislaman kita. Dengan pengiriman para da’i yang menyebarkan Islam dan pasukan militer yang dikirim oleh khilafah ke Nusantara untuk mengusir penjajah Eropa, kita bisa merasakan nikmatnya Islam dan persaudaraan umat Islam yang tak mengenal sekat kebangsaan.

Namun mereka, musuh-musuh Islam telah menyembunyikan fakta yang sebenarnya. Selama ini kita hidup di negeri yang penuh dengan kebohongan sejarah. Tapi akhirnya kini terkuak juga akan kebenaran itu bahwa Nusantara ternyata adalah bagian dari kekuasaan Islam. Yakni khilafah.

Maka sudah saatnya kita berjuang bersama untuk mengembalikan kemuliaan, kekuasaan Islam. Yang akan mampu menyelesaikan semua problematika kehidupan. Tentu dengan cara menerapkan semua syari’atNya melalui penegakan daulah Islamiyah. Dengan begitu Allah akan menurunkan kembali kenikmatan, kebaikan, kesejahteraan yang hakiki kepada seluruh umat manusia. Sehingga terwujudlah Islam rahmatan lil a’lamiin bagi seluruh alam.

Wallahu a’lam bish shawab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 9

Comment here