Surat Pembaca

Menyoal Keseriusan Negara Mengelola Sumber Migas

blank
Bagikan di media sosialmu

oleh : Syifa Nurjanah

Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA-– Shinta Damayanti, sekretaris Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) memaparkan kondisi sumber migas dalam kuliah umum yang diberikan di Gedung Grand Studio Metro TV. Ia menyatakan bahwa di Indonesia saat ini terdapat 128 area cekungan (basin) migas yang terdetksi. Bahkan ditemukan 2 sumur terbesar (giant discovery) yang terletak di laut Kalimantan Timur dan Sebelah Utara Sumatera. Penemuan 2 sumur baru ini bahkan disinyalir masuk kedalam 5 penemuan sumur terbesar di dunia. Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini, dari total 128 cekungan yang ada, 20 cekungan sudah berproduksi, 8 cekungan dalam pengeboran namun dengan status masih belum berproduksi, 13 cekungan kering dan 68 masih belum dilakukan eksplorasi (mediaindonesia.com, 01/02/2023).

Dari apa yang dipaparkan oleh Shinta Damayanti, betapa banyak ternyata sumber daya migas di Indonesia yang masih belum tereksplorasi. Sayangnya hal ini tidak mampu dikelola secara baik dan mandiri oleh negara. Apalagi Indonesia saat ini menganut sistem demokrasi kapitalisme, yang banyak menyerahkan pengelolaan sumber daya alam kepada swasta bahkan bisa dikatakan kepada pihak asing. Penemuan ini bukan memacu gerak untuk mengelola dengan tangan negara sendiri, yang ada keran investasi asing dibuka secara deras. Ditambah dengan pola pikir yang terus menggerus negeri ini, yaitu rendahnya keterampilan dan keahlian SDM dalam negeri, yang menjadi sebab penghalang pengurusan migas secara mandiri.

Model pengelolaan sumber daya alam ala kapitalisme yang terus dipertahankan ini, sudah pasti mengarahkan negara kepada kerugian yang besar. Hal tersebut terjadi karena penguasaan pengelolaan diakukan secara penuh oleh investor asing. Peran negara hal ini hanya sebagai regulator dan fasilitator bagi para investor, yang mendorong penuh apapun yang dilakukan oleh investor terhadap sumber daya migas. Dengan banyaknya sumber daya alam yang melimpah, yang seharusnya setiap hasilnya mampu menyejahterakan masyarakat, karena masih tetap dikelola oleh asing yang ada bukan untung namun malah makin bunting alias merugi besar.

Dalam Islam, pengelolaan sumber daya alam yang tidak tepat dan tidak sesuai dengan syariat merupakan bentuk kemaksiatan kepada Allah. Islam memiliki pandangan tersendiri dalam proses pengelolaan sumber daya alam, termasuk dalam hal ini adalah minyak dan gas. Pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Ahmad, _Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda bahwa kaum muslim berserikat dalam tiga perkara, yaitu padang rumut, air dan gas_.
Islam juga mengatur pengelolaan kepemilikan dengan baik, dan terdapat 3 kepemilikan dalam islam, yaitu kepemilikan individu, kepemilikan negara dan kepemilikan umum . Adapun migas, merupakan bagian daripada kepemilikan umum, sumber daya tersebut adalah milik umat, yang harus dikelola oleh negara sesuai dengan syariat, dan hasilnya akan diperuntukan kembali untuk umat. Sehingga diharamkan untuk diprivatisasi apalagi diserahkan pada investor asing.

Berkenaan dengan Sumber Daya Manusia, yang bagi kapitalisme saat ini menjadi pengahalang pengelolaan secara mandiri. Dalam Islam, SDM akan dipersiapkan dengan matang dalam segi kemampuan pengelolaan sehingga negara akan mampu melakukan pengolahan dan eksploarsi sendiri tanpa ada campur tangan asing. Denga demikian, semua hasil dan keuntungan yang diperoleh negara dapat digunakan kembali untuk umat dan kesejahteraan umat. Dan Islam akan melarang secara keras terhadap segala bentuk investasi pada kekayaan milik umum. Apalagi investor asing yang hanya meraup keuntungan untuk kantong-kantong pribadi.

Pengelolaan sesuai dengan syariat hanya bisa terlaksana apabila diterapkan oleh negara yang bervisi misi kuat, yang mengambil Islam sebagai mabda, landasan bagi setiap perkara. Negara yang mampu menerapkan Islam secara kaffah yaitu khilafah. Khilafah akan memiliki fungsi penerapan Islam dalam seluruh aspek, dan khilafah memahami tugasnya dalam rangka meriayah ummat dengan fungsinya pula sebagai pelayan bagi umat. Hanya dengan negara yang menerapkan syariat islam lah seluruh sumber daya alam yang ada dimuka bumi ini akan baik pengelolaannya dan akan menjadi Rahmat bagi seluruh alam. Wallahu’alam bi ash shawab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 25

Comment here