Surat Pembaca

Masalah Sampah Tidak Kunjung Selesai

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh Santy Mey

wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA– Sampah masih menjadi salah satu masalah yang tidak kunjung selesai di negeri ini. Di Kabupaten Bandung saja bila melihat fakta yang terjadi di lapangan hampir di setiap titik kita dapati tumpukan sampah. Seperti yang terjadi di Soreang, terdapat beberapa Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar.

Bahkan, di sepanjang jalan Gading Tutuka, terlihat banyak tumpukan sampah. Belum lagi di seberang Gapura kampung Cipeer, Desa Cingcin, terlihat sampah sampai menggunung hingga 7 meter.

Tak heran, banyak warga yang mengeluhkan kondisi tersebut. Sebab, sudah mengganggu kenyamanan mereka. Baunya yang menyengat bisa menimbulkan bibit penyakit. Bahkan, mengganggu pengguna jalan, karena tumpukan sampah sampai memenuhi jalan protokol.

Selain di Kecamatan Soreang, kondisi yang sama terjadi pula di beberapa tempat terutama di sekitar pasar. Seperti di sepanjang jalan dekat pasar Baleendah tampak tumpukan sampah yang sepertinya sudah lama tidak diangkut sehingga menimbulkan aroma tidak sedap.

Dari pengakuan warga setempat, adanya TPS liar terjadi karena keterlambatan armada pengangkutan sampah. Di tambah yang membuang sampah disitu bukan warga setempat saja tetapi warga lain juga ada yang ikut buang di TPS liar tersebut.

Penyebab terjadinya tumpukan sampah di sejumlah tempat, terutama di trotoar dan di pasar yang berada di Kabupaten Bandung karena dampak dari di setopnya pembuangan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Sarimukti karena kuota ritase habis.

Hal ini terjadi karena kurangnya periayahan dari pemerintah dalam sistem Kapitalisme. Sehingga, banyak masalah yang menumpuk dan tak kunjung selesai. Masalah yang satu belum selesai timbul masalah baru, seperti masalah harga sembako yang terus naik, kekeringan tidak ada solusi dan sekarang labih parah lagi masalah sampah yang sudah sistemik dari mulai individu, masyarakat dan negara. Karena tidak adanya kesadaran dan rasa tanggung jawab dari semua pihak, bahkan membuang sampah sembarangan suatu kebiasaan yang susah di rubah sekalipun sudah di peringatkan dan di fasilitasi tempat sampah tetap saja membuang sampah seenaknya.

Dengan demikian, masalah sampah tidak akan selesai, selama tidak ada sistem yang mampu memberikan solusi. Karena berkaitan dengan sampah ini butuh solusi yang strategis bukan hanya teknisnya saja. Butuh adanya edukasi kepada masyarakat tentang pengelolaan sampah secara terpadu dari pemerintah, disini juga di butuhkan adanya sinergi dari masyarakat dan pemerintah.

Di samping itu, negara terlalu ambisius terhadap pembangunan infrastruktur sehingga masalah sampah terabaikan. Tak heran, bila banyaknya tumpukan sampah di setiap titik di Kabupaten Bandung. Ini menandakan Pemerintah belum bisa menangani masalah sampah secara maksimal. Padahal, beberapa bulan yang lalu sudah ada proyek Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka yang berlokasi di Nagreg Kabupaten Bandung.

Lalu apa fungsi dan kegunaannya ari TPPAS tersebut bila tidak bisa menangani masalah sampah itu sendiri. Terlebih lagi masyarakat menyesalkan hal tersebut karena retribusi sampah dari warga tetap berjalan dengan lancar, namun penanganan sampahnya tidak selesai. Hal ini semakin jelas terlihat bahwa di sistem kapitalis hanya ingin meraup keuntungan segelintir orang saja.

Maka solusi yang paling tepat hanya dengan sistim Islam. Sebab dalam Islam kebersihan itu sebagian dari iman. Sehingga segala permasalahan akan mudah di selesaikan dengan baik dan tuntas, karena pemerintah Islam tidak akan menzalimi rakyatnya. Terutama masalah sampah akan betul- betul ditangani dengan baik, sebab sampah bila dibiarkan menumpuk di area umum akan merugikan warga setempat dan akan menimbulkan bibit penyakit, sehingga mengakibatkan munculnya masalah baru. Maka jika negeri ini berada di bawah kepemimpinan Islam, tentunya akan berusaha untuk mengantisipasi agar tidak terjadi hal tersebut.

Dalam sistem Islàm pun, akan selalu memprioritas kepentingan umum diatas kepentingan individu. Dengan cara memperbanyak TPS yang memadai, sehingga tidak akan terjadi TPS liar, disamping itu pemerintah akan memberikan penyuluhan. Pengarahan tentang sampah terhadap warga setempat dan tentunya perlu juga adanya peringatan secara tegas serta sanksi terhadap masyarakat yang membuang sampah sembarangan.

Wallahu’alam bishawab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 17

Comment here