Opini

Kembali Membuka Sekolah ditengah Pandemi, Apakah Jadi Solusi?

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh : Fadhillah Humairah ( Aktivis Remaja Baubau )

Wacana-edukasi.com — Di tengah tingginya kasus penyebaran dan lambatnya penanganan Covid 19, Menteri Pendidikan Nadiem Makarim mengizinkan pemeritah daerah untuk kembali membuka sekolah disemua zonasi, pada Januari 2021 tepatnya di semester genap mendatang.

Hal ini disampaikan pada konfrensi pers daring lewat akun youtube resmi Kemendikbud RI. Nadiem mengatakan bahwa program pembelajaran pada tahun ajaran 2020/2021 yakni pada semester genap mendatang kegiatan pembelajaran tatap muka sudah diperbolehkan. Namun, yang menentukan izinnya bukan lagi peta zonasi, tetapi tergantung dari pemerintah daerah yang akan memilah daerah daerah secara detail. Jika sudah ada daerah yang ingin membuka sekolah maka kesiapan dalam protokol kesehatan harus lebih ditingkatkan dari sebelumnya. Dia juga menegaskan bahwa hal ini diperbolehkan bukan diwajibkan ( CNN Indonesia, jumat 20/11/2020 ).

Pembukaan Kembali Sekolah Memuat Resiko Besar

Proses Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ), dianggap tidak berjalan dengan optimal dan menimbulkan kekhawatiran besar pada peserta didik. Hal ini dikarenakan kualitas pembelajaran saat PJJ yang buruk. Banyaknya tugas tugas sekolah dan kurangnya fasilitas yang memadai seperti, kuota belajar, jaringan, dan smartphone, membuat para siswa menjadi frustasi. Sehingga banyak dari mereka yang bekerja di usia dini, bunuh diri bahkan sampai melakukan perbuatan haram untuk bisa memenuhi kebutuhuan sekolahnya.

Meskipun demikian, resiko penyebaran Covid saat pembukaan sekolah juga sangat besar. Berdasarkan data per 3 Desember 2020, kasus positif Covid di Indonesia bertambah 8.369 sehingga jumlah kasus keseluruhan menjadi 557.877, pasien sembuh menjadi 462.553 dan pasien meninggal sebesar 17.355.
( detikHealt.com, Kamis 3/12/2020 ).

Izin memperbolehkan kembali membuka sekolah harus lebih dipertimbangkan lagi. Tidak adanya kemajuan penanganan Covid hari demi harinya menunjukan bahwa Indonesia belum mempunyai kesiapan untuk membiarkan sekolah kembali beroperasi seperti biasanya. Lamban dalam menangani kasus penyebaran covid membuat nyawa banyak terenggut. Jika benar benar akan dibuka, maka para pelajar akan menanggung resiko yang besar. Sebab saat ini masih banyak dari para pelajar yang tidak menaati anjuran protokol kesehatan. Tak hanya itu, kebolehan membuka sekolah tanpa adanya persiapan tes swab akan membuat penyebaran ditengah mereka semakin meluas, karena tidak ada yang tau dari mana para pelajar datang dan apakah mereka positif atau negatif. Sehingga sekolah dapat menjadi ladang baru penyebaran Covid 19. Walhasil kebijakan pemerintah mengenai hal ini justru menempatkan masyarakat pada posisi yang dilematis. Disatu sisi ada buruknya PJJ dan disatu sisi besarnya resiko saat membuka sekolah.

Jika ditelisik maka dapat kita lihat bahwa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah saat ini bersifat sektoral. Dimana saat membuat suatu kebijakan hanya melihat satu sisi saja tanpa memperhatikan sisi yang lain. Ketika satu kebijakan sudah dianggap gagal maka akan dibuat kebijakan baru tanpa melihat resiko di masa yang akan mendatang. Dari sini nampak dengan jelas, bahwasannya pemerintah tidak bisa mengelola dengan baik, perihal mengurusi rakyat baik dari sudut pandang pendidikan maupun diseluruh aspek kehidupan. Segala kebijakan yang dikeluarkan bukan membawa solusi, tapi justru menciptakan perselisihan di tengah masyarakat.

Akan tetapi, peristiwa semacam ini merupakan sesuatu yang lazim terjadi pada sistem sekarang. Sebab sistem yang diemban saat ini menganut asas sekularisme, yakni pemisahan antara kehidupan dan agama. Dimana manusia mengatur seluruh aktivitas dan peraturannya dengan kejeniusan akalnya. Padahal akal manusia sangat lemah dan terbatas, sehingga membutuhkan Al- Khaliq yakni zat yang Mahamengetahui sebagai pengatur kehidupan. Maka tak heran jika kebijakan apapun yang dikeluarkan menimbulkan kesengsaraan bagi umat.

Islam Sebagai Solusi

Berbeda dengan sistem buatan manusia, Islam senantiasa memiliki solusi yang tepat dan tuntas bagi seluruh problematika umat. Karena peraturannya berasal langsung dari dzat yang maha tahu, yakni Allah swt.

Dalam Islam yakni khilafah, jika terjadi pandemi seperti saat ini maka, kholifah akan mencari tau sumber asal datangnya wabah dan segera menutup atau me-lockdown daerah yang terkena dampaknya agar tidak wabah penyakit tidak menyebarluas. Sehingga daerah yang tidak terkena wabah bisa kembali beraktivitas seperti biasanya.

Adapun bagi darerah yang terkena wabah, dunia pendidikan dalam Islam akan tetap diperhatikan karena hal ini merupakan hak bagi para pelajar. Negara yakni  akan memenuhi segala macam kebutuhan yang terkait dengan pendidikan. Seperti saat ini yang dilakukan adalah proses PJJ, maka negara akan mengelolah sumber daya alam yang ada dalam negara untuk memenuhi kebutuhan belajar siswa mulai dari buku, alat tulis, jaringan, kuota belajar atau wifi gratis, dan smartphone dan segala macam yang dibutuhkan. Tugas-tugas yang diberikan oleh guru pun adalah untuk menambah ketakwaan dan keimanan agar para pelajar tidak frustasi dengan keadaan yang dihadapinya seperti saat ini. Selain itu, konten konten asing atau tontonan yang bisa merusak akhlak akan diblokir dan senantiasa diawasi agar para pelajar bisa fokus untuk belajar sehingga tidak timbul kekhawatiran di tengah pelaksanaan PJJ. Dengan ini siswa tetap mendapat haknya untuk belar disaat pandemi dengan kualitas yang bagus.

Negara akan sesegera mungkin untuk mencari solusi pandemi agar para pelajar tidak terlalu lama berada dalam PJJ, dan bisa aktif kembali. Tak hanya itu negara juga akan senantiasa melakukan tes swab untuk seluruh masyarakat secara gratis kususnya para pelajar, untuk memastikan keadaan mereka tetap stabil dan mengikuti pembelajaran dengan baik.

Demikianlah Islam menawarkan dan memberikan solusi yang tuntas bagi pendidikan saat ini. Sedangkan Sistem hari ini hanya menempatkan pendidikan pada sebuah dilema. Lantas apakah yang membuat kita masih bertahan disistem ini ?.

Wallahu’alam Bisshowab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 2

Comment here