Opini

Islam Kaffah: Solusi Atasi Krisis dan Wabah

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Sri Retno Ningrum

Wacana-edukasi.com— Dalam pembukaan Muktamar IV Persaudaraan Muslim Indonesia (Permusi) secara virtual, Sabtu (20/9/2020), Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk saling membantu antar sesama di tengah pandemi Covid-19 yang turut berdampak pada perekonomian. Bagi umat muslim, Joko Widodo mengajak untuk memperbanyak infak dan sedekah di masa pandemi. “Kita juga tidak boleh melupakan istighfar, dzikir, taubat kepada Allah SWT dan memperbanyak infak dan sedekah”.

Joko Widodo juga mengajak seluruh masyarakat berdoa agar Covid-19 bisa segera hilang dan keadaan kembali normal. “Semoga Allah SWT segera mengangkat wabah Covid-19 dari bumi Indonesia, semoga Allah selalu melindungi dan memberikan keselamatan kepada rakyat bangsa dan negara ini,” kata beliau (Kompas.com, 26/9/2020).

Tak bisa dipungkiri, pandemi Covid-19 yang sudah lebih dari 7 bulan menimpa negara ini menimbulkan keprihatinan rakyat. Ditambah lagi, hingga sekarang ini belum tampak adanya penurunan kasus Covid-19. Sebaliknya, setiap hari terjadi peningkatan kasus Covid-19. Pandemi Covid-19 merupakan musibah bagi kita semua dan sebagai seorang muslim, Islam memang mengajarkan kita untuk bertaubah kepada Allah SWT agar ujian ini diambil oleh-Nya. Akan tetapi, hal itu tidak cukup apabila hanya bertaubat semata tanpa dibarengi ketaatan total kepada seluruh aturannya. Seperti yang kita ketahui, bahwa negara ini menerapkan sistem kapitalis-demokrasi yang berasal dari kafir penjajah (Barat) sehingga aturan-aturan yang lahir dari sistem tersebut menjadikan kehidupan kita diatur dengan akal manusia bukan berdasarkan kalamullah (Al-Qurán dan As-Sunah). Padahal, bukankah dengan penerapan sistem kapitalis demokrasi menjauhkan diri kita untuk taat secara total kepada Allah SWT?

Di sisi lain, merebaknya virus Covid-19 yang terjadi di negara ini disebabkan negara tidak menutup wilayah-wilayah batas negara (lockdown) sehingga WNA (Warga Negara Asing) masuk ke negara ini dan membawa virus. Virus Covid-19 diduga kuat berasal dari Wuhan (China).

Penduduk tersebut mengkonsumsi kelelawar, padahal makanan tersebut diharamkan dalam Islam untuk dikonsumsi, sehingga wajar apabila dikatakan bahwa pandemi Covid-19 ini karena ulah dari tangan manusia itu sendiri. Allah berfirman dalam surah Ar-Rum ayat 41 yang artinya: “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.

Islam merupakan agama yang memiliki seperangkat aturan dan solusi untuk memecahkan problematika manusia termasuk krisis dan pandemi. Dalam sejarah Islam, kasus krisis keuangan pernah dialami negara Islam (khalifah) pada masa kepemimpinan Umar bin Khaththab. Khalifah Umar menyelesaikan krisis dengan meminta bantuan ke wilayah bagian kekhalifahan Islam yang kaya. Khalifah mengirim surat kepada para gubernurnya di berbagai daerah.

Petugas khalifah Umar langsung mendatangi Amru bin Al-Ash, gubernur di Mesir yang kemudian mengirim seribu unta yang membawa tepung melalui jalur darat dan mengirim dua puluh perahu yang membawa tepung dan minyak melalui jalur laut serta mengirim lima ribu pakaian kepada khalifah Umar. Khalifah Umar juga mengirim surat kepada gubernurnya di Syam, Irak, dan Persia. Semuanya mengirim bantuan kepada khalifah. Khalifah Umar memberikan bantuan makanan dan pakaian kepada rakyatnya selama beberapa bulan. Tungku-tungku besar sebagai dapur umum terus beroperasi yang dikerjakan oleh tangan-tangan ahli.

Khalifah pun menyampaikan pengumuman, “Bila Allah tidak mengentaskan kemarau maka setiap penghuni rumah akan kami tangguhkan seperti mereka dan akan kami beri makan semampu kami. Bila kami tidak mampu, kami memutuskan setiap penghuni rumah yang memiliki perbekalan, kami satukan dengan yang tidak mempunyai perbekalan hingga Allah mendatangkan hujan”.

Pada masa kepemimpinan Umar juga pernah terjadi wabah Thaun Amwas di negeri Syam, pada saat itu Amru bin Ash memilih kebijakan menjaga jarak untuk memutus penyebaran wabah. Sebagian warga tinggal di bukit-bukit untuk mencegah penularan. Sebagaimana khutbah Amr bin Ash: “Wahai manusia, sesungguhnya jika wabah ini menjangkiti suatu negara, maka dia akan melahapnya sebagaimana menyalakan api, maka menghindarlah kalian ke gunung-gunung.” Dengan mengikuti arahan gubernur, korban dapat ditekan kemudian wabah menghilang dari negeri Syam. Begitulah gambaran khalifah dalam mengatasi krisis dan wabah.

Oleh karena itu, marilah kita mencontoh kebijakan-kebijakan yang pernah dilakukan para sahabat dalam mengatasi krisis dan pandemi ini. Yakni dengan menerapkan sistem Islam atau khalifah dalam mengatur kehidupan kita. Selain itu, dengan khalifah kita bisa mewujudkan ketaatan total kepada Allah SWT. Sebagaimana seruan Allah SWT yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 208 artinya: “Hai orang-orang yang berimah, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. “Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu.”

Wallahuálam bisshowab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 10

Comment here