Opini

Indonesia Diboikot Negara Lain, Boikot Kapitalisme!

blank
Bagikan di media sosialmu

Penulis: Vita Agrati Eliani

Wacana-edukasi.com Dilansir dari CNN Indonesia, setidaknya ada 59 negara melarang warga negara Indonesia untuk masuk. Selain itu, ada larangan atau peringatan untuk melakukan perjalanan ke Indonesia oleh sejumlah negara, Amerika Serikat atau Australia misalnya.

Hal ini seiring lonjakan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia yang mencapai 200.035 orang per Selasa (8/9), dengan 142.958 di antaranya sembuh dan 8.230 meninggal dunia.

Pemerintah seharusnya bisa bercermin dari kejadian luar biasa ini, kemudian melakukan introspeksi terhadap program penanggulangan pandemi Covid-19 di negeri ini. Mengevaluasi dan memperbaiki penanganan pandemi Covid-19, agar tidak dianggap lalai dan tidak serius menangani pandemi di negeri ini.

Kini di mata dunia, Indonesia masih dianggap sebagai negara rawan ancaman Covid. Sehingga 59 negara tadi memboikot Indonesia dan ini akan berdampak negatif bagi citra dan perekonomian Indonesia.

Sejumlah negara diketahui membatasi kunjungan dari Indonesia. Di antaranya Malaysia, Hungaria, Uni Emirat Arab, dan Afrika Selatan.

Selain itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) memasukkan Indonesia ke dalam daftar negara yang berisiko tinggi untuk dikunjungi karena kasus risiko penularan virus korona (CNNIndonesia.com, (9/9)).

Pemerintah Indonesia sudah mencoba melobi negara lain agar melonggarkan aturannya, sayangnya banyak negara yang tetap menolak, atau tidak memberikan kepastian. Alasan mereka bukan hanya karena tingginya jumlah kasus Covid-19 di Indonesia, melainkan juga mereka mempertimbangkan kemampuan pemerintah Indonesia mengatasi wabah.

Pandemi Covid-19 juga telah memukul berbagai sektor, terutama sektor ekonomi. Sinyal resesi di Indonesia semakin jelas bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Perekonomian Indonesia kini berada di ambang resesi, setelah pada kuartal II-2020 ekonomi tumbuh negatif 5,32 persen. Kinerja negatif ini diperkirakan pemerintah akan berlanjut di kuartal III-2020. Jika perekonomian negatif dalam dua kuartal berturut-turut, maka secara teknis Indonesia akan resmi masuk resesi. Kompas.com, (9/9).

Ekonom INDEF Eko Listyanto mengatakan dampak resesi sebenarnya sudah terjadi saat ini. Mulai dari kinerja pasar modal yang tidak setinggi kondisi sebelum pandemi virus corona atau covid, dunia usaha merugi, tingkat pengangguran meningkat, hingga jumlah orang miskin bertambah. CNNIndonesia.com, (9/9).

Sebenarnya sebelum pandemi indonesia sudah mengalami perlambatan ekonomi yang signifikan sejak triwulan I – 2019. Namun dengan adanya wabah, krisis menjadi kian berat, lebih berat dibandingkan krisis 1998. Semua aspek terkena dampaknya. Aktivitas produksi terpukul menyebabkan supply shock, orang-orang kehilangan pendapatan dan pekerjaan sehingga menyebabkan demand shock. Hal ini sebenarnya tidak lepas dari sistem ekonomi yang diterapkan Indonesia saat ini, yaitu sistem ekonomi Kapitalisme.

Sistem ekonomi Kapitalisme memiliki pondasi yang sangat rapuh, karena ekonomi yang dibangun dari ekonomi sektor non riil bukan ekonomi yang sesungguhnya yaitu ekonomi sektor riil. Alhasil keterpurukan semakin menjadi-jadi, tentu kondisi ini tidak akan terjadi di dalam sistem Khilafah.

Dalam pandangan Islam, tugas utama penguasa adalah mengurus kebutuhan rakyatnya, memberikan pelayanan terbaik, serta menjamin keberlangsungan kehidupan rakyatnya, sebagaimana syariat Islam memerintahkan.

Khalifah ketika terjadi pandemi akan langsung memisahkan antara orang yang sakit dengan orang yang sehat. Sebab ini adalah langkah awal untuk menekan penyebaran penyakit. Selain itu Khalifah akan mengeluarkan kebijakan yang akan memutus rantai penyebaran penyakit. Khalifah juga akan memberlakukan kebijakan protokol kesehatan yang dipastikan dapat dilakukan oleh warganya dengan mudah.

Khalifah pun akan memberlakukan pembatasan sosial dan menjamin kebutuhan warganya di daerah wabah secara mutlak. Alhasil, penularan penyakit dapat diminimalisir. Kebijakan Khalifah yang optimal menekan penyakit agar tidak keluar dari wilayah sumber penyebaran ini, membuat wilayah lain tetap dapat melakukan aktivitas ekonomi mereka secara normal. Sehingga perekonomian di dalam negara meskipun terjadi pandemi tidak terlalu signifikan.

Inilah kelebihan sistem Islam yang memanusiakan manusia, sehingga manusia hidup aman, nyaman, sejahtera dalam naungan Khilafah. Jadi masihkah ragu untuk meninggalkan sistem Kapitalisme yang terbukti bobrok? Yuk boikot sistem kapitalisme !

Wallohu’alam Bishowab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 0

Comment here