Opini

Good Looking Itu Idaman Bukan Ancaman

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Marni Ummu Fatih (Aktitis Muslimah Cinta Islam, Rokan Hilir)

Wacana-edukasi.com — Majelis ulama Indonesia (MUI) meminta Menteri Agama (Menag) Fahcrul Razi menarik ucapannya terkait paham radikal yang masuk melalui orang yang dikatakan berpenampilan menarik atau “good looking” dan memiliki kemampuan agama yang baik. MUI menilai pernyataan Fachrul itu sangat menyakiti kaum muslimin. Berikut pernyataan Menag yang dilansir dari Detik News (4/9/2020)

“Cara masuk mereka gampang, pertama dikirimkan seorang anak yang good looking, penguasaan bahasa Arab bagus, Hafiz, mulai masuk ikut-ikut jadi Imam, lama-lama orang-orang situ bersimpati, diangkat menjadi pengurus mesjid. Kemudian mulai masuk temannya dan sebagainya, mulai masuk ide-ide yang tadi kita takutkan”

Hal ini membuat publik sontak terkejut dengan narasi Menag tersebut. Hal ini jelas saja menyakiti dan mencederai perasaan umat islam bukan? Bisa kita lihat bahwa setiap ucapannya selalu menyudutkan Islam, sampai-sampai menyebabkan ramainya cibiran “mengapa Menag seakan benci dengan ajaran Islam?

Bukankah sebaiknya Menag lebih baik memikirkan bagaimana cara mengatasi kenakalan remaja yang saat ini sangat jauh dari norma-norma agama. Bukankah saat ini generasi bangsa banyak yang terjerat kasus narkoba, seks bebas, minuman keras, tawuran dan seabrek persoalan lainnya. Bukankah lebih baik Menag mencari cara bagaimana menekan angka moral jelek masyarakat? Kemudian bagaimana merubah mereka menjadi baik. Bukan membangun kecurigaan tak berdasar terhadap generasi muda yang Hafiz Qur’an, bacaan Arabnya bagus, serta rajin ke Masjid, jadi Imam dengan dalih radikalisme.

Sudah sepatutnya Menag berterima kasih kepada semua pihak yang membantu dan mendorong proses Islamisasi dikalangan generasi muda dan ghirah ummat islam yang ingin menghafal Al Qur’an, mengamalkan ajaran agamanya, mendalami bahasa kitabnya sendiri yakni bahasa Arab, serta ingin selalu terikat dengan segala perintah dan segala larangan Allah Swt.

Sebab, hanya dengan generasi muda yang good looking (bertaqwa) inilah negeri ini akan aman dari segala kemaksiatan yang semakin hari semakin merajalela. Pemuda good looking hari ini adalah pemimpin negeri ini dimasa yang akan datang, membangun peradaban yang gemilang.

Apabila pemuda hari ini adalah generasi sampah siap-siaplah kehancuran negeri didepan mata. Maka, bukankah pemuda good looking adalah idaman suatu bangsa?

Begitu juga orang tua, sudah pasti menginginkan agar anak-anaknya menjadi anak-anak yang good looking (sholih dan Sholihah) sebagai investasi yang sangat berharga didunia dan diakhirat kelak. Sebab mereka adalah amanah yang Allah titipkan dan kelak orang tua akan dimintai pertanggung jawaban atasnya. Sudah pasti orang tua rela mengorbankan harta dan jiwanya untuk memberikan pendidikan terbaik yang berbasis islam seperti menyekolahkan anak-anaknya kepondok pesantren dengan biaya yang tak murah, tetap dilakoni orang tua. Kelak mereka adalah wasilah bagi orang tuanya untuk masuk ke dalam Syurga. Maka, bukankah anak-anak good looking adalah idaman bagi setiap orang tua.

Dengan demikian hanya dengan mengamalkan ajaran-ajaran Islam seluruhnya akan muncul generasi muda yang bertaqwa serta bersyaksiyah islamiyah (berkepribadian islam) dimana pola pikir dan pola sikapnya islam. Seperti lahirnya pemuda yang bernama Muhammad Al-Fatih diera kejayaan Islam. Pemuda good looking yang berhasil menaklukkan Konstantinopel.

Pemuda good looking adalah salah satu golongan yang akan mendapatkan naungan Allah Swt dihari kiamat kelak. Sebagaimana Hadist dari Abu Hurairah ra. Ia berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda :

“Ada tujuh golong yang akan dinaungi Allah dibawah naungan-Nya, pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu Pemimpin yang adil, Pemuda yang senantiasa beribadah kepada Allah semasa hidupnya, Orang yang senantiasa terpaut dengan Masjid, Dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah, Seorang lelaki yang diajak seorang perempuan cantik dan berkedudukan untuk berzina tetapi dia berkata “Aku takut kepada Allah!”, Orang yang memberi sedekah tetapi dia merahasiakannya seolah -olah tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberikan oleh tangan kanannya, dan seorang yang mengingat Allah diwaktu sunyi sehingga bercucuran air matanya. (Mutafaq a’laih).

Wallahua’lam-bishawab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 0

Comment here