Surat Pembaca

Good Looking, Apa Bahayanya?

blank
Bagikan di media sosialmu

Lagi-lagi Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, membuat pernyataan yang kontroversial. Menag mengatakan bahwa paham radikalisme masuk melalui orang-orang yang berpenampilan menarik atau good looking. Caranya masuk mereka gampang; pertama dikirimkan seorang anak yang good looking , penguasaan Bahasa Arabnya bagus, hafiz (hafal Alquran), mereka mulai masuk,” kata Fachrul (2/9).

Terkait hal tersebut Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Muhyididin Junaidi, meminta agar Menag menarik semua tuduhannya yang tak mendasar karena itu sangat menyakitkan dan mencederai perasaan umat Islam yang sudah punya andil besar dalam memerdekakan negara ini dan mengisi kemerdekaan dengan karya nyata (4/9).

Kata radikalisme memang bukan pertama kalinya disematkan kepada kaum muslim, terlebih kepada mereka yang giat mendakwahkan syariah dan khilafah. Merupakan kedangkalan berpikir bahkan amat terlihat Islamphobia ketika menyematkan kata radikalisme kepada orang-orang yang memiliki pemahaman agama yang baik. Justru generasi yang berpegang teguh kepada keislamannya lah yang akan menyelematkan negeri dari berbagai macam kemaksiatan dan dari penjajahan.

Sangat disayangkan ketika negeri menaruh kecurigaan besar kepada umat yang berupaya untuk menjadikan dirinya sebagai hamba Allah yang bertakwa. Padahal, masih banyak paham-paham yang justru merusak umat dan harusnya lebih diulik lagi dan diselesaikan permasalahannya. Misalnya, paham sekularisme, cengkraman kapitalisme, bahaya komunisme, ide-ide feminisme, LGBT dan lain sebagainya yang justru merusak negeri bahkan mengundang Azab Allah. Wallahu’alam bishawab.

Fadila
(Manokwari, Papua Barat)

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 3

Comment here