Opini

Genjot Industri Game Daring, Solusi Ekonomi Negeri?

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Zahida Arrosyida (Muslimah Peduli Negeri)

Wacana-edukasi.com — Pandemi covid-19 tak bisa dipungkiri membawa perubahan perilaku di masyarakat. Memasuki new normal, muncullah kaum rebahan yang merupakan dampak dari semua aktifitas dilakukan di rumah. Meski dalam ranah pendidikan proses belajar masih daring, ternyata game daring juga meningkat. Fenomena ini dianggap peluang ekonomi yang menyegarkan oleh punggawa negeri.

Nampaknya, wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga belum berpikir mendalam tentang dampak buruk industri game ini bagi generasi dan peradaban. Wajar, karena bagi pemegang kebijakan, yang terpenting adalah menyelamatkan ekonomi dan mencari pendapatan tambahan untuk menggenjot ekspor nasional di saat resesi.

Mengutip dari www.antaranews.com (18/11/2020), Jerry mengatakan ketika sektor ekonomi tertekan akibat pandemi Covid-19, industri game daring (e-sport) justru mengalami kenaikan penjualan. Jerry menawarkan solusi untuk menangkap fenomena ini. Agar menjadikannya sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi dan ekspor nasional. Demikian papar Jerry dalam keterangan tertulisnya pada ajang Gamescom Asia, Selasa (17/11).

Dalam ajang Gamescom Asia 2020, delapan negara terpilih untuk menjadi highlight Gamescom Asia tahun ini dan Indonesia merupakan salah satunya karena mempunyai pasar game daring terbesar di Asia Tenggara dan menempati rangking 16 dunia (www. mediaindonesia.com, 18/11/2020).

Memang benar, sebagian orang berpendapat, bermain game online bisa membuat anak belajar menyelesaikan masalah dengan logika. Game online dianggap bisa membuat anak belajar mematuhi perintah.

Dampak positif memang ada, namun dampak negatif bermain game online ternyata lebih dahsyat. Game online dapat menyebabkan anak kecanduan, akibatnya anak susah berkonsentrasi dalam pelajaran dan membuat malas bahkan bisa bolos sekolah.

Bermain game online juga membawa dampak buruk pada psikologis anak. Bagi anak-anak sangat menyenangkan, karena tidak perlu lagi beranjak dari tempat duduk, tidak merasa capek, berkeringat, atau khawatir terluka.

Dengan bermain game online, mereka bisa merasakan sensasi dunia yang berbeda. Muncullah sikap egois, bersikap seenaknya, keras kepala, emosi, stress, mengeluarkan kata-kata tidak pantas didengarkan dan anak akan menutup diri dari dunia luar sehingga anak jarang berinteraksi dengan orang lain di sekitarnya.Tidak hanya itu, sering memainkan game online ini pastinya menjadi ketagihan yang membuat mereka sampai lupa waktu dan bahkan jika mereka terlalu bersemangat sampai lupa makan.

Jangan Korbankan Generasi Demi Ekonomi

Generasi muda adalah aset peradaban. Dari merekalah harapan untuk melanjutkan estafet kepemimpinan negeri disandarkan. Apa jadinya jika generasi muda menghabiskan waktunya untuk hal-hal yang menjadikan pemikiran dan jiwanya tumpul karena hanya meraih kepuasan nafsu diri.

Masa muda terbuang sia-sia untuk menikmati permainan melenakan yang sengaja diciptakan kaum Kafir untuk membuat generasi lalai akan siapa dirinya dan tujuan hakiki hidupnya. Generasi muda akan terperangkap pada serangan pemikiran, hingga lupa melejitkan potensi diri dan akal pada hal yang bernilai mulia di sisi Allah.

Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi. Ketika memperebutkan kemerdekaan dari penjajah Belanda dan Jepang kala itu. Pemuda menjadi tulang punggung bagi setiap gerakan perubahan ketika kondisi zaman penuh kezaliman dan ketidakadilan.

Seyogianya generasi muda dibina dan dididik dengan wawasan keilmuan dan tsaqofah Islam, agar mampu berkontribusi pada kemajuan dan kejayaan umat.

Jangan karena alasan meningkatkan ekonomi, pembinaan dan pencerdasan generasi dinomorduakan. Pembinaan generasi modal utama pembangunan kemajuan seluruh bidang kehidupan bangsa. Tidak hanya bidang ekonomi, jika generasi muda dibina dengan baik berlandaskan idelogi Islam akan melahirkan generasi tangguh siap berjuang dan mengisi peradaban gemilang.

Menjadi Negara Adidaya Dengan Membangun Industri Strategis

Sesungguhnya suatu negara jika ingin menjadi negara yang memiliki ekonomi tangguh, mampu sejahtera dan berpengaruh dalam kancah internasional, maka politik industri harus dibangun dengan prinsip yang tangguh.

Bagaimana agar industri mampu menyokong ekonomi, dan mampu menjamin kesejahteraan seluruh masyarakat? Tidak lain adalah menjadi negara industri maju yang kebijakan industrinya mandiri dalam segala bidang. Menjadi negara mandiri, tidak tergantung kepada yang lain dalam menggerakkan roda ekonomi dan industri, serta tidak bergantung pada impor atau menjadi pasar konsumtif bagi negara-negara asing terutama negara penjajah. Untuk itulah politik industri harus berasas pada industri pertahanan dan keamanan. Bukan politik industri konsumtif yang menjadikan bangsa ini hanya sebagai sasaran empuk pasar negara kapitalis.

KH Hafidz Abdurrahman dalam Kitab Siyasah Syari’iyyah jilid 2, memaparkan bahwa industri pertahanan dan keamanan sebagai pondasi seluruh kebijakan negara di bidang industri mengharuskan adanya industri alat berat, bahan baku dan bahan bakar.

Selain itu negara harus mandiri di bidang energi sehingga bisa memenuhi kebutuhan industrinya. Negara juga harus mempunyai industri eksplorasi, penambangan, pengelolaan, dan penjernihan minyak, gas, batubara, panas bumi dan lain-lain. Termasuk industri nuklir, baik untuk persenjataan maupun energi.

Bidang perindustrian yang selama ini bertumpu pada industri konsumtif haruslah diubah menjadi industri strategis.

Menjadikan industri strategis ini sebagai basis perindustrian. Hanya ada satu cara untuk mewujudkanya, yaitu industri yang memproduksi alat-alat berat. Dari industri inilah kemudian industri-industri lain bisa dikembangkan. Sehingga negara akan menjadi adidaya secara ideologi. Jika demikian ekonominya pun akan terus berkontribusi dalam memberikan pemasukan dana yang besar bagi negara. Negara ini hanya akan terwujud jika politik luar negerinya berdasarkan hukum syara, yaitu dakwah dan jihad. Karena mengharuskan negara melakukan persiapan sesuai petunjuk Al-Qur’an.

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya…”
(QS: al-Anfal: 60).

Wallahu a’lam bi ash-shawab.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 6

Comment here