Bahasa dan SastraPuisi

Fitrah yang Sempat Hilang

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Sarah si Putri Khadijah

Jiwa muda itu bergelora
Manakala teriak membumbung bulana
Menyatakan di antara benci dan cinta
Darah kekuatan pemuda mengoyak api semangat

Panas yang membuncah di dadamu kawan
Tak seimbang dengan setiap pengkhianatan
Berpaling dari noktah keadilan
Mengorbankan jengkal keringat yang bercucuran

Angin yang membawa rasa haus itu
Kini bergeming dalam balutan rindu
Sampai cahaya membiru
Mengolek riuh yang tak mampu

Jangan salahkan pemuda itu
Jangan salahkan geloranya
Mungkin jiwanya tak seperti dulu
Namun, fitrahnya tetap seorang pemuda

Wahai … para pemuda
Mari kini mengukir cinta
Dalam kanvas kesucian
Menyeret linguan buaian dalam asuhan

Tak perlu takut tak perlu risau
Asal juangmu membentuk pahala dalam doa
Di lubuk hati yang berpencar
Kau tetap para pemuda

Wahai para pemuda perjuangan
Satukan ikatan, kepakkan sayap kebenaran
Lengah kadang mendera juga
Namun hati terpaut jiwa

Wahai pemuda perjuangan
Belalah Islam dengan penghormatan
Jadilah penghamba dalam ketaatan
Sampai dadamu penuh dengan keimanan

Walau kaum pemuda pernah hilang dalam fitrahnya
Masih terpancar sisa-sisa ketakwaannya
Dan pancaran itu masih terasa ada

Yakin hati para pemuda
Menolak untuk mengkhianati pencipta-Nya

Bogor, Oktober 2020

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 2

Comment here