Bahasa dan SastraPuisi

Elegi 1924

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Rindoe Arrayah

Memutar waktu di masa lalu
Terseret rasa tanpa jeda
Memaksa menikmati sajian pahitnya
Tragedi hancurnya sebuah peradaban menyembul pilu

Satu abad lamanya merasa tak sempurna
Manakala segala aturan berujung kezaliman
Senantiasa berusaha bertahan
Meski raga seolah-olah tak lagi sejiwa

Tepat di tanggal 3 Maret 1924
Tersebutlah nama pengkhianat
Musthafa Kemal Attaturk
Yang telah dirutuk dan dikutuk

Takkan pernah terlupakan
Telah termaktub dalam catatan kehidupan

Akibatkan umat terombang-ambing di kondisi yang tak diingini
Tersebab sistem kehidupan yang nyata mengingkari sabda Ilahi
Semakin jauhkan dari ketaatan
Menggerus keimanan

Gulita malam menyertakan pengharapan
Akan sebuah perjumpaan
Setia menanti menyingsingnya fajar
Berselimut mentari yang kian berpijar

Memanggang asa yang ada
Gaungkan risalah mulia
Melanjutkan estafet perjuangan utusan-Nya
Hingga tertegakkan kembali di semesta raya

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 0

Comment here