Opini

Eksploitasi Anak Kian Marak, hanya Islam Solusi Perlindungan Anak

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Ummu Azmi (Aktivis Muslimah)

wacana-edukasi.com, OPINI– Anak-anak merupakan generasi penerus. Merekalah calon pengisi masa depan terus menerus. Maka, menjaga mereka merupakan hal yang harus dilakukan dengan serius.

Namun, terkadang kebutuhan membuat mereka berbuat hina. Seolah tidak ada alternatif lain untuk bekerja. Dan sayangnya, mereka masih berusia muda.

Seorang perempuan berinisial FEA (24 tahun), muncikari pada kasus prostitusi anak di bawah umur atau perdagangan orang melalui media sosial, ditangkap oleh Polda Metro Jaya. (news.republika.co.id, 24/9/2023)

Dikatakan oleh Ketua Forum Panti Kota Medan Besri Ritonga, ada sebanyak 41 anak menjadi korban eksploitasi oleh pengelola dua panti asuhan di Kota Medan. Persoalan tersebut masih didalami oleh polisi. (detik.com, 23/9/2023)

Sungguh miris sekali, anak-anak sekarang hidupnya tidak sepenuhnya aman terkendali. Mereka dapat dengan mudah tereksploitasi demi materi. Dan, manusia jahat di luar sana sangat mungkin memanfaatkan mereka untuk mendapatkan uang yang lebih banyak lagi.

Lalu, apakah hal seperti ini akan terus terjadi? Dan, mengapa terjadi kasus seperti ini?

*Sekuler Kapitalisme Jadi Biang Keladi*

Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa hidup di era yang serba sulit ini menjadikan manusia serba terjepit. Kondisi yang mungkin pailit membuat manusia terkadang berpikiran sempit. Alhasil, apapun dilakukan demi memenuhi kebutuhan yang tak sedikit.

Karena kehidupan yang sekuler memisahkan peran agama dalam kehidupan sehari-hari, manusia yang tak paham maupun yang belum paham ajaran agama pun akhirnya berbuat semaunya. Kebebasan dalam berperilaku ini membuat individu seolah lupa mana yang halal dan mana yang haram, serta mana yang Allah ridai dan mana yang Allah murkai. Kehidupan sekuler ini tidak memberi tuntunan atau pegangan untuk mengarahkan jalan manusia ke arah kebaikan. Justru sebaliknya, sekulerisme membuat manusia terlena oleh segala macam kebebasan yang ternyata menjerumuskan.

Ditambah lagi dengan adanya kapitalisme yang menjadikan materi sebagai penentu kebahagiaan. Orang tua, keluarga, masyarakat, sibuk mencari materi. Sehingga, perlindungan anak pun seolah menjadi terabaikan. Padahal, masa depan berada pada tangan anak-anak nantinya.

Lalu, dengan prinsip kebebasan yang dianut oleh individu, dan digabungkan dengan kapitalisme yang membuat materi sebagai acuan, jadilah individu tersebut melakukan berbagai cara untuk menghasilkan rupiah sebanyak-banyaknya tanpa menghiraukan larangan maupun perintah dari Allah Sang Maha Pengatur. Mata pelaku seolah tertutup oleh lembar demi lembar rupiah yang akan didapatkannya.

Demi mendapatkan rupiah yang besar, individu dapat menjadi muncikari. Ia tak peduli para pekerjanya masih anak-anak, ia pun tak peduli terhadap hukum Allah atas apa yang dikerjakannya. Demi rupiah yang besar pula, manusia dapat mengeksploitasi anak-anak kecil di panti asuhan agar mendapatkan sumbangan. Demi materi yang ada dalam kehidupan sekuler ini, ada saja manusia yang tak lagi berpikir tentang hati nurani, rasa malu, dan juga tindakan tercela.

Dalam kehidupan sekuler kapitalisme ini, rasanya anak-anak berada dalam wilayah yang tidak aman. Negara disibukkan oleh pembangunan infrastruktur, tapi rakyatnya termasuk anak-anak seolah tidak diperhatikan keamanannya. Hal ini mengakibatkan rakyat, termasuk anak-anak, seakan tak memiliki perlindungan, yang akhirnya menjadi korban eksploitasi.

Anak-anak merupakan generasi penerus bangsa. Generasi yang akan mengisi peradaban ke depannya. Jika sekuler kapitalisme tetap menjadi bagian dari kehidupan, kasus-kasus seperti ini bisa saja kembali terulang. Karena, sekuler kapitalisme yang rusak dan merusak lah yang menjadi penyebab munculnya berbagai permasalahan hidup, termasuk juga terjadinya berbagai tindak kriminalitas. Oleh karena itu, anak-anak harus dilindungi dengan menggunakan sistem yang benar-benar menjadi pelindung bagi generasi penerus, yaitu sistem Islam. Lalu, bagaimana cara Islam melindungi generasi?

*Islam Melindungi Generasi*

Islam memilik berbagai cara maupun aturan yang diterapkan untuk menjaga umat, termasuk anak-anak. Dalam Islam, sistem pendidikan nya berdasarkan pada akidah Islam. Dengan pendidikan yang berlandaskan pada akidah Islam, akan menghasilkan individu yang beriman dan bertakwa. Keimanan dan ketakwaan yang melekat pada individu akan mencegah individu dari perbuatan haram yang dilarang oleh agama, seperti mengeksploitasi anak-anak dalam bentuk prostitusi ataupun yang lainnya.

Dalam Islam juga, negara menjalankan aturan yang akan melindungi nyawa anak, seperti yang tercantum dalam Al-Qur’an surat Al-An’am: 151 yang artinya,
“Dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka.”
Jadi, tidak boleh ada yang menelantarkan anak, mengeksploitasi anak, dan melakukan kejahatan pada anak lainnya.

Lalu, negara dalam Islam menjamin hak-hak anak sejak dari dalam kandungan sampai dewasa. Seperti, hak untuk hidup, hak mendapatkan air susu ibu, hak mendapatkan pengasuhan dan kasih sayang, hak mendapatkan makanan bergizi, hak mendapatkan pakaian dan tempat tinggal yang layak, hak mendapatkan pendidikan, kesehatan, keamanan, dan lainnya.

Selain itu, dalam syariat Islam juga hanya mewajibkan kepada laki-laki untuk bekerja. Perempuan memiliki kewajiban untuk melaksanakan fungsinya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga, mengasuh dan mendidik anak-anaknya.

Selanjutnya, dalam Islam, segala bentuk prostitusi akan dilarang, termasuk pada anak-anak. Negara pun akan mengontrol media agar tidak melanggar hak-hak anak.

Dan, negara akan mewujudkan ekonomi masyarakat yang sejahtera dengan menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar manusia. Sehingga, rakyat tidak mengalami himpitan ekonomi yang mendorong mereka menjadi pelaku maupun korban eksploitasi.

Dalam Islam, masyarakat akan melakukan aktivitas amar makruf nahi mungkar. Masyarakat akan sangat peduli pada masyarakat lainnya. Jika ada pelanggaran, masyarakat akan menegur, menasihati, atau melaporkan pada yang berwenang.

Kemudian, negara dalam Islam, akan memberikan sanksi yang tegas bagi siapa saja yang mengganggu hak-hak anak. Termasuk bagi mereka yang mengeksploitasi anak-anak dan tindakan kejahatan lain yang merugikan generasi.

Dengan berbagai hal yang dilakukan negara yang sesuai dengan syariat dalam Islam, generasi penerus atau anak-anak akan hidup dengan aman terlindungi dari berbagai macam eksploitasi maupun kejahatan lainnya. Maka dari itu, penting sekali untuk menerapkan Islam secara kaffah di semua aspek kehidupan. Hal ini agar setiap individu memiliki rasa aman dan anak-anak akan menjadi generasi mulia penerus peradaban yang gemilang. Wallahu’alam.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 14

Comment here