Syiar IslamTabligul Islam

Dibayangi Kematian

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Nur Rahmawati, S.H. (Penulis dan Praktis Pendidikan)

Kematian adalah keniscayaan yang akan dialami semua makhluk bernyawa. Akan seperti apakah kematian kita, tergantung pada amalan dan bagaimana kebiasaan kita semasa di dunia.

Terkadang manusia atau bahkan banyak yang ketakutan akan menghadapi kematian, sehingga terbayang-bayang di manapun dia berada. Semakin kita dibayangi kematian semakin paham akan hakikat apa yang dimiliki dan apa yang kelak akan dia tinggalkan.

Hal inilah yang terpenting, bukankah orang yang cerdas adalah yang sering ingat kematian, yang merasa dibayangi kematian. Sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

“Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas.” (HR. Ibnu Majah).

Sehingga aktivitas yang dilakukan akan lebih berhati-hati lagi untuk dilakukan. Bahkan akan dipilah, sesuai tidak dengan syariat Islam, berupaya tidak melakukan sesuatu yang sia-sia, namun selalu memiliki tujuan dalam beraktivitas serta melibatkan Allah di setiap aktivitasnya.

Selain itu, seseorang yang dibayangi kematian akan menganggap dunia hanya tempat singgah dan sementara. Tempat satu-satunya di mana manusia mengumpulkan bekal sebanyak-banyaknya untuk keselamatannya kelak di akhirat. Orang-orang seperti ini akan menganggap remeh dunia, dan mengesampingkan nafsu dunianya.

Lantas, apa saja manfaat dengan mengingat kematian?

Pertama, menambah khusuk beribadah. Ibadah adalah salah satu aktivitas yang menghantarkan pelakunya pada mengingat, bersyukur, dan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah Swt. Hanya saja dalam aktivitas ibadah diperlukan kesungguhan dan keseriusan karena allah swt. Tentunya dengan mengingat ikhsanul amal atau amalan yang terbaik, yaitu niat karena Allah, dilakukan sesuai dengan syariat Islam dan ikhlas karena Allah swt.

Kedua, akan terus melakukan amal ibadah. Kita pahami bahwa amal ibadah adalah salah satu wasilah untuk keselamatan kita di akhirat kelak. Oleh karenanyalah diperlukan konsistensi diri untuk menjalankannya. Mengingat bahwa manusia adalah makhluk yang istimewa dan berbeda dengan makhluk Allah yang lainnya. Sehingga pembebanan untuk melakukan amal ibadah diemban oleh manusia. Kematian akan terus mengintai dan membayangi sehingga memperbanyak aktivitas yang mengandung nilai ibadah salah satu cara untuk mengingat kematian.

Ketiga, pandai memanfaatkan waktu yang singkat di dunia. Setiap detik yang berlalu adalah waktu berharga bagi orang yang cerdas. Karena memahami singkatnya kehidupan dunia, akan menjadikan amalan sebanyak apapun yang kita lakukan tidak akan cukup untuk membawa keselamatan akhirat. Olehnya perlu amalan yang luar biasa, yang dapat terus mengalir walau kita sudah tiada di dunia ini. Amalan itu disebut pahala Jariyah atau pahala investasi. Dalam sebuah hadis yang Abu Hurairah riwayatkan dari Rasulullah SAW:

“Ketika seseorang telah meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali 3 (perkara) : shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak saleh yang berdoa baginya.”

Semoga Allah izinkan kita wafat dalam keadaan husnul khotimah, kematian yang selalu didamba hamba Nya. WalLâhu a’lam bi ash-shawâb.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 94

Comment here