Bahasa dan SastraPuisi

Ajal

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Nurmilati

Februari, hati sakit tak terperi
Kabar kepergian menyapa setiap hari
Kecamuk di dada seketika hadir
Bulir bening menyeruak menangisi takdir

Semua jiwa menangis di balik wajah sendu
Duka menjalar hingga ke setiap ruas tulang
Lentera itu padam tak lagi terang
Insan tawadhu dengan selaksa ilmu

Hadirmu merupa gemintang dipekatnya malam
Menerangi insan dari gelapnya dunia
Di tengah umat kedudukanmu sungguh mulia
Nakhoda di dalam perahu keselamatan

Tersentak diri dalam lamunan
Sungguh ajal membuatku tersadar
Gelap mulai membayang angan
Mengingat gunungan dosa menguar

Aku, kamu, dia, dan mereka takkan mampu berlari
Mengelak datangnya ajal menjemput diri
Berharap nyawa terlepas ikhlas
Menghadap Rabb pemilik nafas

Terkadang diri bingung seperti pandir
Bilakah nyawa ini terlepas dari raga
Saat nafas ini meninggalkan jejak terakhir
Adakah amal mengalir terjaga

Linang air mata kering sudah
Berharap jiwa kan tenang saat berpulang
Ayat-ayat bersenandung indah
Kain kafan membalut jasad terbaring

Di ujung perjalanan hidup ini
Biarkan ku tenggelam dalam sujud syahdu
Aaminkan semua pinta dalam sanubari
Do’aku agar aku pantas di sisi-Mu

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 10

Comment here