Oleh Yuli Ummu Raihan (Muslimah Peduli Generasi)
wacana-edukasi.com, OPINI--Mungkin pemberitaan mengenai kondisi saudara-saudara kita di Palestina sudah tidak menghiasi linimasa kita. Masalah di negeri kita memang tidak ada habisnya. Mulai dari musibah gempa NTT, erupsi gunung anak Krakatau, karhutla di Kalimantan, Sumatera Selatan, Jambi hingga Papua. Belum lagi masalah perpolitikan dan kasus kejahatan lain yang seolah tidak ada habisnya untuk dibahas.
Namun mari sejenak kita kembali meluangkan sedikit perhatian kita terhadap kondisi saudara-saudara kita di Palestina yang hingga saat ini belum baik-baik saja. Mengutip laporan dari Al Jazeera, Jumat 9-10-2026 ada beberapa data dan fakta yang terjadi dalam tiga tahun terakhir pasca Thufan Al-Aqsha. Serangan yang dilakukan oleh Israel telah menewaskan lebih dari 74.000 warga Palestina yang mayoritas korbannya adalah anak-anak. Ribuan orang masih tertimbun reruntuhan atau belum ditemukan. Sementara itu lebih dari 175.000 orang dilaporkan terluka yang secara konservatif Organisasi Kesehatan dunia (WHO) 24 persen korban luka tersebut mengalami cedera yang parah dan membutuhkan rehabilitasi jangka panjang (Metrotvnews, 9-10-2026).
Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit juga mengalami kerusakan bahkan tidak lagi bisa beroperasi. Dari 666 fasilitas kesehatan, kini hanya tersisa 42 fasilitas yang masih beroperasi. Padahal konvensi Jenewa Keempat menetapkan bahwa rumah sakit tidak boleh diserang. Begitupun hukum humaniter internasional juga memberikan perlindungan khusus kepada unit kesehatan dan tenaga medis.
Menurut Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional mengkategorikan serangan sengaja terhadap rumah sakit adalah kejahatan perang.
Sejak Thufan Al-Aqsha pada Oktober 2023 lalu, infrastruktur banyak yang hancur, seperti infrastruktur air, instalasi desalinasi, jaringan pipa, dan sistem pembuangan limbah. Sejumlah sumur juga tercemar limbah dan tidak dapat diakses akibat pertempuran dan pengungsian.
Penduduk Gaza hidup dengan segala keterbatasan, sektor pendidikan juga mengalami kehancuran besar. Jurnalis sebagai pihak pemberi informasi dan penyambung lidah masyarakat Palestina turut menjadi korban. Sedikitnya ada 263 jurnalis dan pekerja media tewas selama perang. Ada 50 jurnalis yang pernah ditahan di Penjara Israel dan 23 orang di antaranya masih berada di dalam penjara.
Serangan yang dilakukan Israel ini adalah bentuk genosida dan perampasan wilayah, karena mereka memang adalah penjajah sejati. Mereka sudah sangat terang-terangan melakukan genosida ini meskipun dunia mengecam. Ya, dunia dan pemimpin negeri-negeri Muslim hanya bisa mengecam, protes dan mengeluarkan pernyataan berduka. Mereka tidak berdaya untuk menghentikan kejahatan ini. Sekat nasionalisme telah mengikis rasa empati. Penderitaan warga Palestina seolah sudah dinormalisasi karena telah terjadi begitu lama. Apalagi kini fokus terbagi dengan berbagai persoalan dalam negeri masing-masing.
Terus Suarakan Tentang Palestina
Islam mengajarkan agar kita memiliki rasa kepedulian terhadap orang lain terutama saudara seiman dan sedang terzalimi. Rasulullah saw bersabda: “Perumpamaan orang mukmin itu ibarat satu tubuh, jika satu anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh tubuh ikut merasakan panas dan demam.”(HR. Bukhari dan Muslim).
Saat ini Palestina tidak hanya sakit, mereka sudah berdarah-darah, harta mereka dirampas, mereka terusir dari tanah kelahirannya, hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan, tidak ada kejelasan nasib mereka, kalaulah bukan karena keimanan yang kokoh mungkin mereka sudah stress dan gila bahkan bunuh diri. Tapi, luar biasanya keimanan mereka bertahun-tahun hidup dalam kondisi seperti itu, keimanan mereka sedikitpun tidak goyah, malah semakin kokoh.
Tidak pernah kita dengar mereka mencuri karena lapar, saling bunuh karena berebut harta, stres dan bunuh diri karena tekanan hidup yang begitu berat. Namun, ini bukan menjadi alasan kita acuh tak acuh terhadap kondisi mereka. Kelak setiap kita akan diminta pertanggungjawaban atas sikap dan kontribusi yang telah kita lakukan untuk membela mereka.
Allah berfirman dalam QS Al -Anfal ayat 72: “Dan jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam urusan agama, maka wajib engkau menolong mereka….”
Palestina adalah tanah kharajiyah milik umat Islam sampai hari kiamat nanti, maka wajib bagi seluruh umat Islam di dunia menjaganya. Akar masalah Palestina adalah penjajahan yang dilakukan oleh Israel, maka solusinya adalah menghapus penjajahan tersebut. Mengusir Israel dari tanah Palestina. Namun semua itu mustahil dilakukan oleh individu atau kelompok, karena Israel didukung oleh kekuatan besar (Amerika Serikat). Maka umat Islam sedunia harus bersatu di bawah satu komando kepemimpinan bernama Khilafah. Khilafah yang akan menyatukan kekuatan kaum muslimin, menyeru jihad dan membebaskan Palestina serta negeri-negeri Muslim lainnya dari penjajahan.
Khilafah yang akan menerapkan syariat Islam dengan sempurna dan memberikan kesejahteraan bagi seluruh umat manusia. Institusi yang akan melahirkan peradaban mulia dan bisa menjadi rahmat bagi sekalian alam. Namun institusi ini telah runtuh sejak 1924 lalu, maka menjadi keharusan bagi umat Islam untuk berjuang menegakkan kembali karena ketiadaan khilafah adalah induk dari segala kemaksiatan.
Views: 4


Comment here