Surat Pembaca

Tarif Listrik Naik, Menambah Beban Berat Rakyat

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh : Ermawati

wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA-– PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menetapkan tarif listrik untuk Maret 2024. Tarif listrik Maret ditetapkan bersamaan dengan pengumuman tarif listrik triwulan I pada Januari-Maret 2024. Tarif listrik sepanjang periode tersebut diputuskan tidak naik atau masih sama dengan triwulan IV pada Oktober-Desember 2023. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan, Jisman P Hutajulu mengatakan, pemerintah punya pertimbangan dalam penetapan tarif listrik Januari-Maret 2024. (kompas.com, 23-02-2024).

Harga beras terus naik, warga masih harus mengantri ketika ada pasar murah, kini dikejutkan dengan wacana kenaikan tarif dasar listrik. Jelas kenaikan tarif dasar listrik akan membuat rakyat semakin sengsara, listrik merupakan sumber energi yang dibutuhkan rakyat, namun terus terjadi kenaikan. Seharusnya negara mengelola sendiri kebutuhan energi rakyat ini. Sayangnya hari ini pasokan Listrik PLN juga tergantung pada pasokan swasta. Sementara swasta pasti orientasinya adalah keuntungan.

Penyesuaian tarif tenaga Listrik memang dilakukan setiap tiga bulan. Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan dalam penetapan tarif listrik, seperti nilai tukar mata uang dollar AS terhadap mata uang rupiah (kurs), Indonesian Crude Price, inflasi dan harga batu bara acuan.

Kini beban rakyat semakin tinggi namun sulit dalam memenuhinya sebab PHK terjadi dimana-mana, sehingga rakyat semaikn sulit dalam menjalani hidup. Ini tentu terjadi sebab negara memakai sistem kapitalisme, negara telah abai pada rakyat, tidak berperan sebagai raa’in, membiarkan rakyat berjuang sendirian. Kalaupun ada subsidi, sejatinya hanya sekedar tambal sulam, yang dengannya tidak akan menjamin terpenuhinya kebutuhan rakyat.

Kondisi ini sebab akibat dari hidup memakai sistem kapitalisme, sistem yang menyempitkan hidup manusia, sistem yang meninggalkan hukum Allah. beras naik, tarif dasar listrik naik, PHK dimana-mana semakin meningkat, dan harga sembako lainnya juga ikut serta naik, sehingga semakin sulit bagi rakyat mendapatkan makanan dan hidup yang layak disistem saat ini, keamanan rakyat juga tidak terlindungi oleh negara, banyak kasus kriminal akibat dari kenaikan harga kebutuhan pokok, maka harusnya rakyat sadar akan bobroknya sistem kapitalisme dan kembali pada sistem Allah yaitu ideologi Islam. Jikalau kembali pada ideologi Islam, tentunya kesempitan pada saat ini akan teratasi.

Islam menjadikan negara sebagai raa’in yang akan menjamin kesejahteraan rakyat dengan berbagai mekanisme sesuai dengan sistem ekonomi Islam, tentu tidak akan ada namanya untung rugi bagi negara terhadap rakyat, sebab menyediakan sumber energi listri merupakan kewajiban negara serta hak bagi masyarakat. Negara juga akan menjamin terpenuhinya energi melalui pengelolaan sumber daya alam secara mandiri, dan hasilya dikembalikan kepada rakyat dengan harga murah bahkan gratis.

Pemanfaatan batu bara, minyak, angin, air dll, dikonversikan menjadi sumber energi listrik, maka sumberdaya alam semua ini termasuk pada hak umum sebab jumlahnya tidak terbatas, maka tidak boleh dikuasai segelintir individu. Yang berhak mengelola ini tentu kepala negara sebab negara yang akan melayani rakyat, maka pengelolaan sumber energi listrik harus atas kontrol negara, tidak boleh di serahkan pada swasta atau individu.

Dalam Islam, harta milik umum merupakan harta yang telah ditetapkan kepemilikannya oleh Allah SWT bagi kaum muslim, serta menjadikan harta itu untuk milik bersama kaum muslim. Pemanfaatan atas individu dibolehkan namun tidak untuk dimiliki. Barang tambang atau sumber alam yang jumlahnya tidak terbatas ini masuk pada jenis-jenis harta milik umum. Sebab kaum muslim berserikat pada tiga hal seperti sabda Rasul saw “kaum muslim berserikat dalam tiga hal, air, padang rumput, dan api, dan harganya adalah haram” (HR. Ibnu Majah).

Pendistribusian listrik tentu akan diatur sebaik mungkin, agar sampai secara merata dan boleh negara mengambil biaya distribusi kepada rumah-rumah, namun biaya yang diambil tidak akan banyak tentu hanya mengambil biaya produksi saja, maka harga tarif dasar listrik akan terjangkau, murah bahkan bisa jadi gratis. Negara akan memfasilitasi publik dan kebutuhan masyarakat, sehingga kebutuhan akan listrik, pendidikan, kesehatan atau jalan umum seperi tol, jembatan dll, masyarakat akan mudah mengaksesnya. Sebab negara akan memberikan fasilitas maksimal dan mudah. Wallahu a’lam bish showab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 8

Comment here