Surat Pembaca

Sekularisme Melahirkan Pribadi Sadis

blank
Bagikan di media sosialmu

wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA– Asep Malik (51), seorang juru parkir di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat diamankan polisi atas kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menewaskan istri sirinya, Teti Maryati (40). Peristiwa tragis itu terjadi di kediaman pelaku di Kabupaten Ciamis. Dilansir Kompas.com, Jumat (15/09/2023)

Selanjutnya dengan kasus yang sama juga, gegara adanya dugaan perselingkuhan atau dugaan terjadi perebut laki orang (Pelakor) yang diduga dilakukan oknum dokter inisial Y, hingga berujung terjadinya KDRT yang dilakukan oleh terlapor (suami). Terkait peritiwa itu, seorang ibu rumah tangga (Pelapor) bernama Hamdia melaporkan suaminya sendiri inisial F ke Polresta Mamuju, karena mengaku mendapat kekerasan setelah menggerebek langsung suaminya sendiri yang di duga berduaan dalam rumah milik sang dokter. Dilansir Indigo99.com, Senin (18/09/2023)

Miris, melihat banyaknya kasus KDRT dengan berbagai penyebab yang mengakibatkan terjadinya kekerasan hingga tindak pembunuhan. Hal ini menunjukkan lemahnya pengelolaan emosi dan daya tahan dalam menghadapi beratnya kehidupan. Ini adalah potret buram kehidupan sekuler kapitalistik yang jauh dari keimanan dan ketakwaan dalam membangun bahtera rumah tangga. Emosi yang tidak bisa dikendalikan membuat gelap mata hingga melakukan tindakan sadis terhadap pasangan sendiri, tanpa memikirkan dampak setelahnya.

Ya, begitu banyak kejadian kekerasan dalam rumah tangga, ini terjadi karena disebabkan karena lemahnya kesadaran manusia dalam menunaikan tanggung jawabnya sebagai manusia, baik sebagai istri, suami, bahkan kedudukan sebagai orang tua. Akibat hidup berlandaskan akidah sekuler yang menjauhkan aturan agama dari kehidupan.

Dalam Islam, akidah seharusnya memberikan kekuatan dan kesabaran seorang hamba dalam menghadapi kesulitan dan beratnya kehidupan. Keimanannya menjadi perisai untuk sabar dan tetap dalam kewarasan ketika bertemu masalah sehingga tidak berbuat maksiat. Dengan adanya keimanan dalam diri, seorang hamba bisa membentengi diri dari sifat keji yang ditimbulkan oleh berbagai macam masalah yang diakibatkan oleh sistem borok ini. Untuk selanjutnya menyadari bahwa sistem ini memang tidak layak untuk membimbing manusia menuju masyarakat yang penuh perikemanusiaan.

Di samping itu, keberadaan negara seharusnya membantu rakyatnya agar hidup tenang, aman, dan damai dalam suasana keimanan. Negara bertanggung jawab memenuhi kebutuhan manusia dan mensejahterakan seluruh rakyat melalui penerapan Islam kaffah. Misalnya, mengedukasi umat dengan akidah Islam, menjamin kesejahteraan ekonomi, sehingga istri bisa fokus menjadi manajer rumah tangga, dan suami pun tak berpikir untuk mencari wanita lain karena keimanannya membentenginya. Kondisi inilah yang akhirnya menjauhkan perilaku KDRT dan bentuk-bentuk kejahatan dalam rumah tangga lainnya.

Oleh. Eva Ariska Mansur (Anggot Ngaji Diksi Aceh)

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 36

Comment here