Surat Pembaca

Refleksi Ekonomi 2022

blank
Bagikan di media sosialmu

wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA —Presiden Joko Widodo mengajak seluruh lapisan masyarakat Indonesia untuk menyongsong harapan dan peluang yang baru di 2023 untuk menuju Indonesia yang maju. Panggalan kalimat ini ditulis Jokowi sebagai ucapan selamat tahun baru di akun Twitter resminya @jokowi. Dalam cuitan resmi itu, Presiden Jokowi menanyakan masyarakat Indonesia terkait kejadian dan masalah yang dihadapi bangsa ini selama tahun 2022 (mediaindonesia.com 01/01/2023).

Pada cuitan berikutnya, orang nomor satu di Indonesia itu mengakui berbagai kejadian dan permasalahan yang dihadapi Pemerintah maupun masyarakat, dihadapi dengan serius dan itu menjadi penguat. Bahkan, kejadian dan permasalahan-permasalahan itu menjadikan seluruh masyarakat Indonesia bersatu hingga mampu melewati pandemi covid-19 dan mengembalikan kekuatan ekonomi Nasional.

Berbagai masalah yang dihadapi dalam tahun ke tahun sebenarnya tidak lepas dari problem sistem. Sistem kapitalisme telah memberatkan rakyat, menciptakan kesenjangan sosial, hanya untuk menguntungkan kelompok elit tertentu. Inilah yang sudah sejak lama dirasakan oleh rakyat Indonesia bahkan kehidupan rakyat semakin berat dari waktu ke waktu.

Misalnya pemerintah resmi mengumumkan kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11%. Pemerintah juga berencana membedakan tarif KRL antara warga kaya dan miskin dengan administrasi yang akan ribet sebagaimana bentuk bantuan sosial selama ini, distribusi gas elpiji 3 kg juga mulai dibatasi hanya diperuntukkan bagi warga yang menggunakan KTP dan terdaftar dalam program penyesalan percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem (P3KE). Di sisi lain pemerintah malah berencana memberikan subsidi untuk motor dan mobil listrik alasannya untuk mengurangi beban subsidi BBM di APBN.

Semestinya mari coba melirik kepada sistem ekonomi Islam yang punya mekanisme jaminan keberkahan dan keadilan. Ada tiga hal penyebab Islam mampu menciptakan kehidupan yang berkah dan menyejahterakan. Pertama, setiap muslim termasuk penguasanya, menjalankan aturan Islam, didorong oleh ketakwaan kepada Allah SWT. Bukan semata karena motif ekonomi yakni mendapatkan keuntungan.

Kedua, Syariah Islam mencegah konsentrasi kekayaan hanya pada segelintir orang. Dengan begini akan teratasi kesenjangan sosial di tengah masyarakat. Islam mewajibkan negara untuk menghapus setiap peluang akumulasi kekayaan hanya pada elit tertentu.

Ketiga, Islam telah mengharamkan memakan harta orang lain secara zalim. Setiap pengambilan harta dengan cara paksaan dan menyalahi hukum Islam adalah perbuatan zalim. Walaupun sedikit jika diambil secara zalim maka Allah SWT mengharamkan pelakunya masuk surga.

Alfiyah
Pontianak, Kalbar

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

blank

Hits: 5

Comment here