Opini

Perubahan Revolusioner, Butuh Kepemimpinan Global

Bagikan di media sosialmu

Oleh: Nadia Ummu Ubay (Pegiat Literasi, Aktivis Muslimah Semarang)

Wacana-edukasi.com, OPINI–Kesengsaraan, kezaliman, penjajahan, bencana alam ekologis hingga nasib yang terus dipertaruhkan, kini ibarat ancaman yang ditekan kepada umat yang butuh dinaungi dan dipimpin.

Bukti kepentingan dan kezaliman demi kekuasaan tengah nyata dilakukan oleh pengusung negara adidaya hari ini. Alasan klise yang ternyata tujuannya adalah menguasai sebab ada hal yang diuntungkan.

Alasan di balik Amerika Serikat menyerang Venezuela dengan menangkap Presiden Nicholas Maduro, berawal dari dugaan terdapat aksi perlindungan kartel perdagangan narkoba yang mengepung AS diduga dilakukan oleh Maduro. Namun, dalam penjelasan saat diwawancarai oleh The New York Times, Trump sebagai Presiden AS menekankan bahwa pihaknya sudah meminta kepada Maduro untuk melepaskan kekuasaannya dan akan dibangun Venezuela di bawah kuasa Trump dengan wajah baru, sekaligus memanfaatkan potensi minyak yang ada di Venezuela (kompas.id, 8/1/26).

Terlebih kondisi dunia memang sedang tidak aman dan baik-baik saja akhir-akhir ini. Bahkan Organisasi bantuan Internasional Oxfam menyatakan ketidaksetaraan dan kesenjangan kian nyata. Kekayaan para miliarder atau superkaya akan menjadi pusat kendali pada dunia politik, ekonomi maupun media sosial. Belum lagi fakta lapangan, Oxfam menyampaikan bantuan kemanusiaan mengkhawatirkan kelaparan paksa di Gaza akibat pembiaran genosida (Sindonews.com, 19/1/26).

Lalu apakah kehidupan dengan penuh kesenjangan ini patut dipertahankan dan dibiarkan bergulir begitu saja? Ada yang menderita ada pula yang tenang di singgasana. Betapa kejinya peradaban yang menghamba pada para pemilik modal ini.

Peradaban Barat Penghancur Tata Kelola Kehidupan Umat di Dunia

Kehidupan yang berjalan dengan ritme yang digaungkan peradaban Barat kini menjadi pusat dunia. Namun nyatanya tidak ada jaminan pasti atas setiap hak masing-masing individunya. Semua berputar pada kalangan elit tertentu saja yang memiliki kuasa.

Jika ditarik benang merahnya kekacauan yang terjadi hari ini adalah rancangan dari tangan manusia yang mengatur kehidupan melebihi pencipta.

Manusia dibiarkan membuat aturan dari kekuasaan untuk manusia lain. Hingga segala pusat aturan yang diturunkan oleh pencipta dijauhkan karena dianggap mengekang. Inilah sekularisme Kapitalisme. Kehidupan yang terpisah dari agama, hanya mementingkan manfaat saja.

Aturan manusia seperti gambaran hari ini, semua akan berlaku sesuai kepentingan yang berkuasa saja. Menghalalkan segala cara meski menzalimi manusia lain. Bahkan, menghancurkan tatanan kehidupan yang sudah pencipta atur sedemikian rupa.

Umat hari ini dipaksa bertekuk lutut di bawah tatanan hukum internasional yang menyekat dan mengekang. Katanya kebebasan tapi mereka sendiri yang mengekangnya. Plot twist nya memang yang mengacaukan kehidupan adalah sistem peradaban Barat yang berideologi Kapitalisme. Pengusungnya yaitu negara adidaya. Kapitalisme yang menjadi tameng para pengendali dunia untuk kebermanfaatan kekuasaannya saja. Ini zalim dan tidak bisa dibiarkan, butuh aturan yang pasti dan menjamin.

Peradaban Islam Membawa Perubahan Penuh Rahmat bagi Semua Umat

Peradaban dengan ideologi Kapitalisme sudah tidak layak mengatur kehidupan ini. Jika dipaksakan maka hasilnya adalah manusia tamak, penuh tekanan, ambisius pada dunia dan kekuasaan, kesenjangan, ketidakadilan. Maka butuh tandingan yang mampu menyolusikan.

Islam juga mabda atau ideologi. Islam bukan agama ritual. Islam juga pernah membangun peradaban mercusuar dunia yang berjaya hingga 14 abad lamanya. Islam mampu menguasai 2/3 dunia. Namun, potensinya sengaja ditutup, dilenyapkan, dijauhkan, agar kebangkitan itu terkesan jauh dan umat terlena.

Hegemoni AS dengan kapitalismenya harus segera diakhiri. Sebab, dunia tidak bisa diatur dengan standar peradaban Barat yang hingga detik ini berjaya. Namun, umat seluruh dunia masih tercabik-cabik, terlunta, tertindas, dan terzalimi.

Kepemimpinan Islam secara menyeluruh akan menyelamatkan. Islam memang memiliki aturan khas, di mana hanya ada satu pemimpin dan satu negara secara global. Sehingga kekuasaan itu tidak tersekat dan pengaturannya terjamin sempurna terpusat. Sistem Islam dengan kepemimpinannya mampu menandingi Barat hari ini. Sistem Islam menjadi satu-satunya harapan untuk menyelamatkan umat.

Harapan untuk mengembalikan tatanan kehidupan dengan penuh penjaminan dan rahmat. Islam tidak hanya mengatur umat Islam. Namun, semua umat di seluruh dunia harus diatur untuk mendapatkan haknya. Tidak terpecah belah ataupun dibedakan dengan sekat nasionalisme.

Kepemimpinan global yang diharapkan adalah adanya satu negara sehingga semua terjamin pelayanan dengan satu komando. Tidak akan ditemukan lagi kezaliman atau kesenjangan. Muara aturannya berasal dari pencipta yang paham betul tabiat manusia. Segala kerusakan dan tekanan yang ada hari ini mampu diselesaikan dan disolusikan dengan aturan yang sempurna. Aturan dari pencipta yang membawa berkah bagi seluruh dunia.

Umat harus bersama-sama memperjuangkan tegaknya kepemimpinan Islam sebagai solusi tuntas. Sebab perubahan revolusioner itu akan terjadi atas bantuan tangan Allah pula. Tinggal memberikan hak Allah, dengan terterapkannya hukum Allah untuk mengatur dunia.

Islam dan kepemimpinan global akan menghapuskan kesengsaraan dan segala yang mengundang bencana. Karena semua dijaga dan diatur sebagaimana pencipta meminta lewat seruan syariat yang diterapkan dalam satu negara yaitu Khilafah Islamiyah. Syariat akan membebaskan segala belenggu yang menyulitkan dengan kemudahan penuh rahmat. Syariat juga akan mengatur segala aspek kehidupan dan kepemimpinan dunia.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 2

Comment here