Opini

Penyalahgunaan Belajar Daring

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Abdullah Azzam (Siswa Kelas VII SMPIT Insantama Bogor)

blank

Wacana-edukasi.com — Istilah daring akhir-akhir ini sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak. Apalagi dimasa sekarang ini, hampir semua orang sudah beralih mengunakan sistem belajar daring. Karena menuntut ilmu itu bagi seorang muslim hukumnya wajib, maka meskipun demikian halnya belajar harus tetap dilaksanakan dengan penuh semangat.

Peralihan sistem belajar daring ini dilakukan guna untuk memutus rantai penyebaran virus corona yang saat ini sedang menyebar di seluruh dunia.

Peralihan sistem belajar daring ini memang banyak memberikan manfaat bagi semua orang terutama bagi kalangan pelajar khususnya, akan tetapi peralihan pembelajaran daring seperti ini juga memiliki dampak negatif.

Sebagaimana dilansir dari Batampos.co.id, dampak negatif yang banyak timbul dikalangan masyarakat salah satunya adalah disalah gunakannya perlengkapan alat eletronik berupa gadget, yang semestinya digunakan untuk belajar, tetapi malah di gunakan untuk hal yang negatif .

Belajar sistem daring atau online untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ternyata bisa disalahgunakan. Ada saja anak yang salah menggunakan kesempatan dan perlengkapan elektronik yang mestinya untuk belajar itu, tapi dipakai untuk hal negatif. Seperti yang dilakukan oleh RI dan RF, dua bocah yang tinggal di wilayah Batauji. Keduanya harus berurusan dengan polisi sebab nekat membawa kabur ponsel orang lain pada Rabu (2/9) malam.

Sebagai seorang pelajar, kita boleh saja menggunakan media eletronik untuk ketentuan tertentu tetapi jangan sampai kita terjerumus ke jalan salah hingga akhirnya kita menyalah gunakan media tersebut untuk hal yang sifatnya negatif. Perlakuan mereka berdua tentu tidak dibenarkan dalam aturan islam semestinya kita sebagai seorang muslim harusnya kita dapat memanfaatkan perkembangan teknologi di zaman sekarang ini dengan sangat baik tanpa harus menimbulkan masalah di kalangan masyarakat sekitar kita khususnya.

Padahal, sudah jelas didalam al Qur`an Allah berfiman Dalam surat Al-Baqarah [2]: 269, Allah SWT berfirman, “Allah menganugerahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah) kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).

” Wallahu ‘alam

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 2

Comment here