Penulis: Nidya Lassari Nusantara
Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA– Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPA menyebut Indonesia sebagai negara dengan angka kasus anak mengakhiri hidup tertinggi di Asia Tenggara dan menilai kondisinya sudah darurat. Pada 2023 tercatat 46 kasus, 43 kasus pada 2024, 26 kasus sepanjang 2025, dan tiga kasus di awal 2026. Salah satu kasus terbaru terjadi pada siswa sekolah dasar di Ngada, NTT. KPAI menegaskan situasi ini tidak bisa dinormalisasi.
Menurut KPAI, faktor utama pemicu kasus meliputi perundungan, pola pengasuhan, masalah ekonomi, game online, dan asmara. Sejumlah peristiwa menunjukkan persoalan anak kerap tidak terdeteksi sejak awal. Karena itu, perhatian serius dari keluarga, sekolah, dan lingkungan dinilai penting untuk mencegah kasus serupa terus berulang.
Badan Centers for Disease Control and Prevention (www.cdc.gov) di dalam laporan risetnya pada Kamis, 9 Februari 2023, mengungkap pemicu utama kasus bunuh diri di AS di antaranya adalah rusaknya hubungan dalam keluarga, pekerjaan, problem keuangan, kesehatan mental, dan sebagainya. Kejadian bunuh diri ini menggambarkan kondisi sosial yang sedang sakit.
Peradaban barat dengan sistem sekuler nya telah memisahkan agama dari kehidupan. Ide dasar ini otomatis membentuk karakter manusia menjadi pribadi yang individualis dan menganut pemikiran, peraturan dan gaya hidup semakin jauh dari aturan sang pencipta. Di era digitalisasi,keadaan semakin memprihatinkan. Berbagai media menyajikan informasi, tontonan sampai hiburan tanpa tuntunan. Keadaan semakin buruk dengan sistem pendidikan sekuler yang hanya mengedepankan nilai akademik. Hal ini menjadi wajar karena titik puncak kebahagiaan dalam ideologi ini adalah mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya.
Selain sistem sosial dan pendidikan, sistem ekonomi kapitalis juga menjadi penyebab kemiskinan dan ketimpangan ekonomi. Michael Moore seorang pengamat sosial politik Amerika menggambarkan kapitalisme telah menunjukkan hanya beberapa orang yang akan sukses dan berhasil. Sisanya akan melayani mereka yang sukses tersebut.
Allah SWT berfirman; ” Janganlah kalian berputus asa dari kasih sayang Allah, sungguh tidaklah berputus asa dari kasih sayang Allah kecuali kaum kafir”. (QS Yusuf [12]:87). Bagi umat Islam, larangan berputus asa jelas hukumnya haram dan perbuatan dosa besar. Atas dasar perintah Allah SWT inilah Islam memiliki aturan yang jelas dalam memandang setiap permasalahan hidup baik dari dalam kandungan sampai kepada ajal menjemput. Islam memiliki rukun iman sebagai pemikiran mendasar. Salah satunya adalah memahamkan Qadha dan Qadar sebagai keyakinan kepada Al Khalik. Islam juga menjadikan Al Qur’an dan hadis solusi bagi kehidupan. Mengajak manusia memiliki metode berfikir mulai dari dangkal, menuju berfikir secara mendalam sampai ke titik berfikir cemerlang.
Proses berfikir ini dimulai dari keluarga sampai negara. Negara memiliki kewajiban untuk mengurusi rakyat. Dari sistem sosial. Islam memiliki aturan yang jelas bahwa ayah dan ibu adalah pondasi utama dalam mengajarkan berbagai hal kebaikan kepada anak-anak sebagai amanah Allah SWT. Ayah bekerja untuk memberikan nafkah terbaik dan ibu sebagai madrasah pertama untuk anak-anaknya.
Dalam sistem Islam, negara memberikan fasilitas, pendidikan dan kesehatan gratis kepada rakyat. Memudahkan para lelaki yang sudah baligh mendapatkan pekerjaan yang halal. Sistem pendidikan turut mendukung dengan menjadikan akidah Islam sebagai kurikulum sehingga yang dihasilkan adalah generasi yang memiliki pola pikir dan pola sikap Islam. Media dibatasi dan diawasi. Media berfungsi untuk menyebarkan ajaran Islam, dilarang keras menyebarkan informasi, hiburan dan tontonan yang tidak sesuai ajaran Islam.
Sejarah nyata telah membuktikan bahwa ideologi Islam telah berhasil melahirkan bonus generasi-generasi tangguh dunia akhirat. Seperti Muhammad Al Fatih yang tidak parah arang saat menaklukan konstantinopel. Proses berfikir cemerlang memberinya ide untuk membawa kapal-kapal perang bukan berlayar melalui laut tetapi melewati pegunungan. Sungguh pemikiran yang out of the box. Imam Syafii adalah anak yatim piatu yang terus bersemangat untuk belajar dan hasil pemikiran ilmunya sampai kini masih banyak yang mempelajarinya. Dan banyak lagi kisah-kisah hebat dari generasi tangguh lainnya peradaban Islam.
Menerapkan Islam sebagai pancaran aturan kehidupan akan melestarikan eksistensi manusia, menjaga akal, kehormatan, jiwa, pemilikan individu, agama, keamanan dan negara. Semua dilakukan sebagai bentuk kepatuhan terhadap perintah dan larangan Nya, semata-mata untuk mendapatkan ridho Allah SWT. Maka pilihan putus asa bukanlah keputusan yang diridhai Allah SWT. Pilihan yakin akan solusi hidup ada pada Allah adalah sebuah pilihan yang sudah diperintahkan dan wajib menjadi pilihan hidup secara mutlak. Firman Allah SWT dalam Alquran surah Ali imran ayat 139;
وَلَا تَهِنُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَنْتُمُ الْاَعْلَوْنَ اِنْ كُنْتُمْ مُّؤْمِنِيْنَ ١٣٩
“Janganlah kamu (merasa) lemah dan jangan (pula) bersedih hati, padahal kamu paling tinggi (derajatnya) jika kamu orang-orang mukmin.”
Views: 2


Comment here