Surat Pembaca

Gen-Z Menganggur, Akibat Sistem Kufur

blank
Bagikan di media sosialmu

Oleh: Nana Juwita, S. Si.

wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA– Rendahnya minat generasi muda untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi bukan hanya disebabkan oleh ketikmampuan secara ekonomi, namun yang lebih dramatis adalah ketika generasi muda melihat fakta di sekitar mereka bahwa banyak lulusan sarjana di lingkungan mereka malah menganggur. Sehingga Gen Z menganggap bahwa untuk apa sekolah tinggi-tinggi toh nanti ujung-ujungnya menganggur?.

Banyaknya pengangguran bukan sekedar isapan jempol belaka, hal ini diperkuat pernyataan dari Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah, yang menyampaikan mengenai data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat ada 9,9 juta penduduk Indonesia yang tergolong usia muda atau Gen Z belum memiliki pekerjaan. Angka tersebut didominasi oleh penduduk yang berusia 18 hingga 24 tahun.(https://kumparan.com)

Menurut Ida Fauziyah selaku Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) mengutarakan faktor yang menyebabkan tingginya angka pengangguran pada Generasi Z adalah karena kurang singkronnya pendidikan dan permintaan tenaga kerja. Penyumbang terbesar pengangguran adalah lulusan SMK. Sementara itu faktor lain yang menyebabkan tingginya angka pengangguran di Gen Z adalah turunnya lapangan pekerjaan di sektor formal. Pekerja sektor formal yang dimaksud adalah mereka yang memiliki perjanjian kerja dengan perusahaan berbadan hukum. (https://money.kompas.com )

Jelaslah bahwa banyaknya pengangguran menunjukkan adanya keterbatasan lapangan kerja, hal ini menunjukkan gagalnya negara menciptakan lapangan pekerjaan. Apalagi adanya kebijakan negara memudahkan investor asing dan pekerjanya berusaha di Indonesia, termasuk dalam mengelola SDA. Padahal negara seharusnya tidak memberikan kebebasan kepada asing untuk bisa mengelolan SDA yang ada, apalagi dengan membawa pekerja dari luar negara, justru hal ini lah yang membuat penyerapan terhadap tenaga kerja terjadi hanya untuk pihak asing (warga negara asing), sementara warga negara Indonesia tersingkirkan padahal mereka juga membutuhkan pekerjaan.

Islam memiliki aturan dalam hal pengelolaan SDA yang ada, Islam memandang bahwa Sumber daya alam merupakan kepemilikan umum yang merupakan hak rakyat, namun karena rakyat tidak mungkin dapat mengelola sendiri segala jenis SDA yang ada maka negara berhak mengelolanya, dengan tetap memberikan manfaat dari pengelolaan SDA tersebut hanya untuk kepentingan umat. salah satunya negara akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dengan cara membuka industri-industri yang dibutuhkan bagi negara.

Dimana dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah di Indonesia seperti ketersedian biji besi, nikel, timah, tembaga, batu bara, perak, emas dll, untuk membuka lapangan pekerjaan maka negara dapat membuat industri-industri seperti: industri mesin dan peralatan, pembuatan dan perakitan alat transportasi (kapal, pesawat, mobil, dsb), industri bahan mentah dan industri elektronik, maupun yang berhubungan dengan industri ringan, baik industri itu berupa pabrik-pabrik yang menjadi milik umum maupun pabrik-pabrik menjadi milik pribadi, yang memiliki hubungan dengan industri-industri militer (peperangan). Dengan ini maka negara akan kuat secara militer dan secara langsung adanya industri tersebut akan mampu menyerap tenaga kerja bagi masyarakat yang hidup dalam naungan Islam.

Sistem pendidikan Islam juga akan membuka jurusan-jurusan (keahlian) yang sesuai dengan apa yang dibutuhkan oleh negara. Sehingga sarjana-sarjana yang dihasilkan dari suatu perguruan tinggi adalah orang-orang yang memang dibutuhkan, dalam hal untuk mengelola SDA yang ada di negara yang menerapkan Islam sebagai satu-satunya aturan untuk mengatur kehidupan manusia. Sehingga tidak akan ditemukan ketidaksesuaian antara lapangan kerja yanag tersedia dengan Pendidikan yang dimiliki gen Z. Apalagi Islam menjamin pendidikan akan bisa dirasakan oleh seluruh warga negaranya, yaitu pendidikan yang berkualitas menghasilkan generasi yang memiliki ketaqwaan yang kuat dan menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Sesungguhnya sistem kufur (sistem yang tidak berasal dari Islam) merupakan sumber penyebab pengangguran semakin meningkat, dikarenakan penguasa berlepas tangan untuk memberikan jaminan terhadap penyediaan lapangan pekerjaan bagi warganya. Sementara Islam menjamin ketersedian lapangan pekerjaan dengan keberadaan seorang Pemimpin yang taat terhadap aturan Allah Swt dalam mengatur urusan umatnya. Wallahu A’lam Bisshawab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Loading

Visits: 8

Comment here