Opini

Dikritik Tak Terima, Dibiarkan Merajalela

Bagikan di media sosialmu

Oleh : Ummu Gendiscantika

Wacana-edukasi.com, OPINI–Tak dimungkiri, tragedi bencana tanah longsor dan banjir di beberapa tempat di Sumatera memang membawa luka batin yang mendalam. Kesedihan dan keprihatinan tidak saja dialami para korban bencana, tetapi juga oleh masyarakat di luar wilayah bencana. Bagaimana tidak, abainya pemimpin dalam penanganan bencana dan zalimnya mereka dalam mengeksploitasi alam, semua menjadikan kesengsaraan bagi rakyat. Mereka pun seolah tidak peduli.

Oleh sebab itu, muncul para kreator digital dan influencer yang mengkritisi sikap abai dan zalimnya pemerintah terhadap penanganan bencana. Namun, pemerintah bukannya sadar dan segera memperbaiki keadaan dengan penyelamatan dan memperbaiki kondisi bencana. Mereka justru meneror para konten kreator yang kritis pada sikap pemerintah.

Mereka yang kritis terhadap kebijakan rezim, diteror dan diintimidasi. Bentuk terornya pun beragam, mulai dari ancaman fisik, vandalisme, doxing, peretasan digital, bom molotov, kiriman bangkai ayam, hingga intimidasi yang menyasar keluarga korban.

Beberapa influencer yang di mendapat ancaman di antaranya ada Ramond Dony Adam atau yang biasa dikenal dengan Dj Donny. Ia sebagai musisi elektronik sekaligus konten kreator TikTok yang aktif mengkritik isu sosial dan kebijakan publik. DJ Donny menjadi sorotan setelah rumahnya diteror bom molotov pada Rabu dini hari (31/12).

Selain itu, ada kreator konten asal Aceh, Sherly Annavita, yang mendapat teror berupa vandalisme di kendaraanya. Hal itu dialami setelah mengekspresikan pandangan dirinya mengenai penanganan bencana Sumatera. Sherly juga mengunggah bukti teror itu lewat akun instagram resminya, @sherlyannavita, juga beberapa kreator konten lain yang mendapat teror serupa (mediaindonesia.com, 31/12/25).

Demokrasi Otoriter Anti Kritik

Dari teror dan intimidasi yang dialami aktivis dan influencer tersebut, kita bisa melihat bahwa, pemerintah saat ini begitu otoriter. Rakyat dipaksa untuk selalu diam di atas kezaliman yang nyata di depan mata. Teror-teror yang di terima para influencer merupakan bentuk kekerasan negara untuk membungkam suara rakyat. Rakyat dibungkam di atas kezaliman dan ketidakadilan negara dalam meriayah rakyatnya.

Teror terus dilakukan untuk menciptakan rasa takut rakyat pada rezim yang berkuasa. Pada sistim kapitalisme demokrasi saat ini, pemimpin bukanya menciptakan rasa aman dan tentram atas kepemimpinannya. Akan tetapi, rakyat justru dibuat takut pada rezim yang zalim dan anti kritik. Itu semua menjadi bukti bahwa sistem demokrasi itu otoriter. Rakyat dipaksa diam, dan menerima setiap keputusan maupun ketidakadilan yang diciptakan oleh para penguasa yang haus dan rakus akan dunia.

Mereka seolah tidak terima bentuk aspirasi rakyat yang sedang kecewa dengan sikap para pemimpin. Sikap mereka justru membuka topeng bobroknya sistim kapitalisme demokrasi. Teror yang diterima para kreator konten juga membuka topeng bahwa sistem demokrasi itu otoriter.

Sistem demokrasi tidak segan membungkam para pengkritik kebijakan yang berpotensi mengancam keberlangsungan para penguasa dan oligarki. Semakin hari semakin terlihat begitu bobroknya sistim yang masih di pertahankan ini. Borok-borok kepemimpinan yang diperlihatkan semakin hari semakin menggerogoti. Lantas, mau sampai kapan rakyat diam di atas kezaliman ?

Sistem Islam Menerima Kritikan

Berbeda dengan sistim demokrasi yang otoriter, penguasa yang menerapkan sistem pemerintahan Islam begitu melindungi dan mengayomi rakyatnya dengan begitu baik. Hal itu karena dalam Islam, pemimpin adalah junnah atau pelindung bagi rakyat, bukan peneror dan pengancam rakyat. Oleh karena itu, apabila ada kritik dan saran dari rakyat, maka akan di terima dengan baik, bahkan diberikan solusi terbaik bagi setiap permasalahan maupun krisis yang sedang berlangsung.

Seperti permasalahan yang berlangsung saat ini, jika terjadi problematik dan pemerintah mendapatkan kritik dari rakyatnya, maka pemimpin dalam Islam senantiasa menerima dan mempertimbangkan dengan baik. Bukan malah sebaliknya, membungkam dan memberikan teror agar rakyat bungkam dan enggan bersuara ketika pemimpin salah.

Karena hubungan antara penguasa dan rakyat diatur syariat maka para penguasa dalam sistim Islam wajib menjalankan peran ra’in dan junnah dengan baik. Selain itu, rakyat juga wajib muhasabah lil hukam. Ketika pemimpin salah, mqkq qtidak hanya diam dan menerima setiap keputusan yang reberpotensi menzalimin rakyat.

Gambaran kepemimpinan dalam Islam contohnya para Khalifah yang sangat menghargai kritik dari warganya. Sebab pemimpin dalam Islam juga senantiasa muhasabah diri apa yang salah dalam kepemimpinannya, dengan demikian setiap kritik dari rakyat di terima dengan baik jika kritikan tersebut memberikan solusi terbaik untuk persoalan yang sedang berlangsung.

Tindakan teror atau kesewenang-wenangan yang dilakukan oleh penguasa terhadap rakyat dalam Islam dilarang keras dalam Al-Quran dan Hadis. Allah dan Rasulullah memberikan ancaman keras bagi para pemimpin yang zalim dan tidak menjalankan amanah dengan adil. Seperti dalam firman Allah Swt.

اِنَّمَا السَّبِيْلُ عَلَى الَّذِيْنَ يَظْلِمُوْنَ النَّا سَ وَ يَبْغُوْنَ فِى الْاَ رْضِ بِغَيْرِ الْحَقِّ ۗ اُولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَا بٌ اَلِيْمٌ

“Sesungguhnya dosa itu atas orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa hak. Mereka itu mendapat azab yang pedih.” (QS Asy-Syura : 42)

Ayat ini bersifat umum, yaitu mencakup siapa saja yang berbuat zalim, terlebih para penguasa yang berbuat zalim kepada rakyatnya. Rasulullah saw. juga bersabda,

“Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kepemimpinan untuk mengurus rakyat, lalu ia tidak melaksanakannya dengan penuh nasihat dan amanah, melainkan ia tidak akan mencium bau surga pada hari kiamat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari sini dapat diambil pelajaran bahwa teror dan kezaliman yang dilakukan oleh para penguasa terhadap rakyatnya, itu merupakan dosa besar yang mengundang azab pedih di akhirat, hal ini pun merusak tatanan sosial di dunia yang sudah Allah atur dengan baik sedemikian rupa.

Sistim Islam sudah memberikan begitu banyak contoh dan solusi yang terbaik bagi umat manusia. Oleh karena itu, alangkah baiknya kita meneruskan dengan baik kehidupan dunia ini sesuai dengan aturan Allah Swt.. Selain itu, juga menjadikan Rasulullah saw. sebagai suri tauladan utama.

Wallahualam bissawab

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 0

Comment here