Oleh : Dite Umma Gaza (Pegiat Dakwah)
Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA-Diberitakan oleh www.cnbcindonesia.com (26/01/2026), Indonesia bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian. Presiden Prabowo menandatangani BoP dengan dalih untuk perdamaian di Gaza, khususnya Palestina.
Dana sebesar 1 miliar dolar atau setara dengan Rp 16,7 triliun harus dikeluarkan masing-masing negara, agar menjadi anggota tetap BoP dalam rentang waktu 3 tahun. Iuran ini akan dibayarkan melalui APBN. Dana BoP ini direncanakan akan digunakan untuk rekonstruksi Gaza.
Amerika Serikat yang menjadi penggagas BoP mempunyai kuasa hak veto. Presiden AS Donald Trump merancang beberapa poin perdamaian dan rekonstruksi New Gaza. Namun sejatinya ini adalah kepentingan real estate-nya Trump semata, bukan untuk kepentingan Gaza atau Palestina, sanggah Adrianus Harsawaskita yang merupakan dosen Kebijakan Luar Negeri di Universitas Katolik Parahyangan. (www.abc.net.au – 30/01/2026)
BoP Rencana Licik Trump
Board of Peace yang digagas Presiden AS Donald Trump sama sekali bukan bertujuan untuk membebaskan Palestina dari penjajahan. Karena Palestina justru tidak tergabung di organisasi ini. BoP didirikan hanya untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Trump berniat untuk menguasai Gaza dan akan mendirikan New Gaza dengan gedung-gedung pencakar langit, pelabuhan, bandara, wisata pantai dan menara apartemen.
BoP jelas-jelas bertujuan untuk menghancurkan dan mengusir penduduk asli dari bumi Palestina. Keikutsertaan negara-negara muslim, termasuk Indonesia hanya menjadi pelengkap legitimasi. BoP hanya sarana untuk mewujudkan 20 poin rencana Trump di bumi Palestina.
Bergabungnya negeri-negeri muslim seperti Arab Saudi, Indonesia, Pakistan, Mesir dan Qatar dalam BoP adalah pengkhianatan besar terhadap saudara sesama muslim di Palestina. Sudah seharusnya negeri-negeri muslim menjadi pembela dan pembebas Palestina dari penjajahan. Selama kebebasan belum diserahkan kepada rakyat Palestina, selama itu pula kita harus memperjuangkannya.
Islam Solusi Pembebasan Palestina
Palestina hanya akan bebas jika Zionis sudah hengkang dari tanah yang diberkati ini. Palestina tidak membutuhkan BoP maupun rencana AS. Yang dibutuhkan Palestina adalah solusi Islam yang memberantas hingga ke akarnya, bukan hanya mengirimkan bantuan, boikot ataupun resolusi internasional. Umat harus bersatu dibawah kepemimpinan Islam yang menerapkan semua hukum Allah disegala lini kehidupan.
Perdamaian sejati hanya akan dirasakan Palestina dengan jihad dan Khilafah. Khilafah sebagai satu-satunya institusi yang akan memberi komando kepada seluruh tentara muslimnya untuk berjihad melawan penjajah, dan mengusirnya dari bumi Palestina.
Negeri-negeri muslim haram bekerjasama dengan negara-negara kafir yang sedang menjajah Palestina. Hal ini tertuang dalam Firman Allah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ…
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan musuh-Ku dan musuhmu sebagai wali (sekutu setia), kamu sampaikan kepada mereka rasa kasih sayang, padahal mereka telah kafir terhadap kebenaran yang datang kepadamu” (TQS Al – Mumtahanah:1).
Negeri-negeri muslim harus bersatu padu, mengerahkan semua kekuatan untuk memperjuangkan berdirinya kepemimpinan Islam atau Khilafah. Karena hanya dengan Khilafah semua negeri-negeri muslim akan terlindungi dari segala macam penjajahan. Bukan hanya Palestina, namun semua negeri yang sedang dizalimi oleh penjajah dapat dibebaskan.
Umat Islam harus menjadikan Khilafah sebagai qadhiyah masiriyah atau tujuan utama dan segera merealisasikannya. Khilafah merupakan kepemimpinan yang satu, yang akan menjadi perisai bagi umatnya. Tanpa khilafah, negeri-negeri Islam akan berjalan sendiri-sendiri, tidak ada komando atau instruksi untuk berjihad. Dengan Khilafah kepemimpinan politik yang satu dapat mempersatukan kekuatan militer, sehingga dengan kekuatan yang besar mampu menghalau para penjajah dari negeri-negeri yang terzalimi.
Views: 0


Comment here