Surat Pembaca

Derita Anak Gaza adalah Derita Kita

Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com, SURARPEMBACA–Saat ini di Gaza, perang tidak hanya menghancurkan bangunan, rumah sakit, sekolah, dan kamp pengungsian, tetapi juga masa depan bangsa yang berada di tangan anak-anak. Laporan terbaru Komisi Penyelidikan Internasional Independen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Selasa (23/6/2026), menyebutkan, otoritas dan tentara Zionis secara sengaja menargetkan anak-anak Palestina selama perang yang msih terus terjadi sejak serangan Hamas ke Israel, 7 Oktober 2023.

PBB dan berbagai lembaga internasional mengklasifikasikan situasi ini sebagai pelanggaran berat terhadap hak asasi manusia. Komisi Penyelidikan Independen PBB menyimpulkan kesengajaan menjadikan anak-anak Palestina sebagai target adalah sebuah indikator adanya niat genosida. Berikut adalah fakta utama mengenai kondisi anak-anak di Gaza.

Dikutip dari UN news, 23 Juni 2026, PBB melaporkan setidaknya lebih dari 21.000 anak telah terbunuh dan ribuan lainnya luka-luka sejak konflik memanas. Ribuan anak diperkirakan masih tertimbun di bawah reruntuhan bangunan, Ribuan anak harus kehilangan anggota tubuh mereka akibat serangan yang menyebabkan Gaza memiliki rekor konsentrasi amputasi anak tertinggi di dunia.

Lebih dari 1,1 juta anak mengalami trauma berat. Suara serangan yang konstan memicu perubahan fisik pada otak dan menyebabkan sebagian anak mendadak kehilangan kemampuan berbicara. Ribuan balita dirawat akibat gizi buruk. Keterbatasan pasokan menyebabkan kelaparan parah dan berdampak fatal, terutama bagi bayi dan ibu menyusui.

Selain derita itu, anak-anak di Gaza kehilangan masa depan. Alih-alih mendapatkan pendidikan dan bermain, banyak anak terpaksa melakukan pekerjaan orang dewasa, seperti mengantre bantuan makanan, mencari kayu bakar dan berjualan.

Berbagai lembaga kemanusiaan internasional dan organisasi kesehatan terus berupaya memberikan bantuan medis dan logistik darurat. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai langkah-langkah penanganan global saat ini. Namun penderita mereka tidak kunjung berakhir.

Serangan yang mengakibatkan banyak korban anak-anak di Gaza dipandang oleh banyak pihak sebagai bagian dari pola kekerasan yang sistematis. Tingginya jumlah korban sipil termasuk anak-anak, telah memicu adanya pelanggaran hukum yang serius bahkan disebut sebagai genosida, sebagaimana saat ini menjadi pokok perkara di berbagai forum hukum internasional. Dari sudut pandang ini, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan dan menanggung dampak terbesar dari konflik yang berkepanjangan. Sangat jelas terlihat Zionis sengaja menargetkan anak-anak Gaza dalam rangka genosida untuk menghabisi muslim Palestina.

Berbagai operasi militer terus berlangsung meskipun telah ada seruan gencatan senjata dan kecaman dari banyak negara maupun organisasi internasional. Zionis tetap abai karena ada tujuan lain yang lebih penting yaitu menguasai seluruh wilayah Palestina dan mewujudkan Israel Raya.

Konflik yang terus berlanjut juga memunculkan penilaian bahwa berbagai mekanisme internasional belum mampu menghentikan kekerasan secara efektif. Resolusi-resolusi internasional sering kali tidak diikuti dengan realisasi di lapangan. Selain itu, sikap negara-negara di dunia, termasuk negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim tidak dapat melakukan apa-apa. Sekat nasionalisme membuat mereka hanya fokus mengurusi negaranya. Pertimbangan politik, keamanan, dan ekonomi yang didasarkan pada untung rugi, membuat mereka tunduk pada Barat. Sehingga tidak cukup kuat untuk memberikan perlindungan yang efektif bagi warga sipil di Gaza.

Satu-satunya harapan pembebasan Palestina ada pada Khilafah. Keberadaannya menjadi satu-satunya institusi politik Islam yang akan melakukan jihad fi sabilillah untuk mengalahkan Zionis, melalui persatuan politik umat Islam di bawah satu kepemimpinan. Khilafah mampu mengerahkan seluruh potensi umat termasuk kekuatan diplomasi, ekonomi dan militer, guna membela kaum Muslim di Palestina. Dengan jihad fi sabilillah yang dilakukan di bawah otoritas negara merupakan jalan untuk mengakhiri pendudukan Zionis dan mewujudkan pembebasan Palestina.

Sebagaimana Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya imam/Khalifah adalah perisai, orang-orang berperang di belakangnya dan menjadikannya pelindung.” (HR Muslim).

Khilafah juga berkewajiban memberikan perlindungan menyeluruh kepada anak-anak Palestina. Ia mencakup penjagaan atas hak hidup, keamanan, kesehatan fisik dan mental, pendidikan, kesejahteraan, serta jaminan agar mereka dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang aman tanpa ancaman perang dan kekerasan.

Maka dari itu, tegaknya Khilafah adalah persoalan strategis bagi umat Islam (qadhiyah maṣīriyyah al-ummah). Untuk itu harus diperjuangkan melalui dakwah dan aktivitas politik. Sehingga keselamatan umat di seluruh negeri akan terjamin. Termasuk anak-anak di Gaza.

Bunda Dee

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 2

Comment here