Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA–Berawal dari viralnya di medsos, berita seorang ibu rumah tangga bernama Nuraini berusia 32 tahun terpaksa melahirkan di teras Mushola Al-Ikhlas, yang beralamat di jalan KH Balqi Lorong Banten VI Gang Surya 5, kota Palembang, pada hari Senin tanggal 13/1/2026 sekitar pukul 07.00 WIB (Tribunjatim.com).
Bayangkan saja seorang ibu yang sedang menahan kesakitan untuk melahirkan seorang bayi harus berjalan kaki berkilo meter untuk mendatangi seorang bidan karena tidak memiliki uang.
Dan pada akhirnya karena ia sudah tidak sanggup lagi untuk berjalan maka ia pun memutuskan untuk berhenti di sebuah mushola karena sudah mengalami pecah ketuban dan terpaksa melahirkan di teras mushola tersebut.
Miris sekali mendengar berita tersebut. Karena faktor ketidak adaan biaya dan tidak memiliki fasilitas asuransi kesehatan menyebabkan seorang wanita harus bertaruh nyawa melahirkan tanpa pertolongan tenaga medis.
Beginilah hidup di dalam sistem kapitalisme pelayanan publik kesehatan menjadi barang komoditas. Negara mendorong privatisasi dan komersialisasi di bidang kesehatan. Sehingga masyarakat yang tidak mampu mustahil untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
Sudah menjadi rahasia umum untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu maka masyarakat harus mengeluarkan biaya yang cukup tinggi. Apalagi jika tidak memiliki kartu pelayanan asuransi kesehatan seperti KIS ataupun BPJS kesehatan.
Negara dalam sistem kapitalisme menafikan menjamin hak kebutuhan dasar masyarakat. Padahal prasarana dan sarana kesehatan merupakan kebutuhan yang sangat vital dan urgen. Kapitalisme menyebabkan krisis pelayanan kepada masyarakat yang memiliki ekonomi lemah.
Berbeda di dalam sistem Islam. Di dalam sistem Islam pelayanan publik kepada umat sangat diutamakan apalagi yang berhubungan dengan kebutuhan hajat hidup orang banyak dan nyawa manusia.
Di bidang kesehatan, negara akan membangun infrastruktur dan menyediakan fasilitas-fasilitas kesehatan lengkap yang dibutuhkan oleh umat seperti pusat kesehatan masyarakat dan rumah sakit umum yang memiliki pelayanan yang bermutu bahkan akan diberikan secara gratis.
Negara menyediakan tenaga medis yang profesional seperti dokter, bidan dan perawat untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada umat secara merata di setiap wilayah. Fasilitas ambulance juga disediakan untuk pasien yang membutuhkan.
Semua pelayanan kesehatan itu akan diberikan kepada umat tanpa biaya sedikitpun. Negara akan menanggung semua biaya fasilitas umum tersebut dari Baitul Mal. Tidak akan ada umat yang pusing tujuh keliling untuk memikirkan bagaimana membayar biaya perobatan seperti saat ini di dalam sistem kapitalisme.
Negara dengan sistem Islam memiliki sumber pendapatan dari Baitul Mal. Baitul Mal memiliki 3 pos pemasukan yaitu pos fa’i dan kharaj, pos kepemilikan umum dan pos zakat.
Di dalam sistem Islam pemimpin atau Khalifah akan menjalankan tugasnya sebagai riayah suunil ummah dan berupaya untuk menjaga dan mengatur berbagai aspek kehidupan umat dalam segala hal sesuai dengan prinsip-prinsip Islam karena semua itu akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah SWT kelak di akhirat.
Hal ini sejalan dengan hadis Nabi,” Imam adalah ra’in yang bertanggung jawab atas rakyatnya.” (HR Bukhari).
Dengan demikian hanya pemimpin di dalam sistem Islam saja yang akan benar-benar memikirkan permasalahan dan memberikan solusinya kepada umat.
Ardiana
Views: 11


Comment here