Surat Pembaca

Tuntaskan Pandemi untuk Hadapi Resesi

blank
Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com, Badan Pusat Statistik ( BPS) melaporkan, produk domestik bruto (PDB) RI pada kuartal II-2020 minus hingga 5,32 persen. Walaupun pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif, akan tetapi kondisi ini cukup menjadi peringatan bagi ekonomi Indonesia. Apabila pada kuartal berikutnya pertumbuhan ekonomi Indonesia masih minus, maka negeri ini resmi mengalami resesi ekonomi. Dan jika pandemi ini tidak segera teratasi, bisa jadi ekonomi Indonesia akan terus terperosok pada kondisi resesi yang lebih dalam.

Kondisi inilah yang menyebabkan pemerintah melakukan pelonggaran PSBB. Supaya ekonomi dapat bergerak kembali dan tumbuh. Akan tetapi taruhannya adalah keselamatan masyarakat dari wabah Covid-19. Hal ini terlihat pasca kebijakan New Normal yang diberlakukan semenjak Juni lalu, semenjak itu pula pertambahan jumlah kasus baru melampaui angka seribu. Hingga kini jumlah kasus Covid-19 Indonesia menduduki posisi ketujuh di Asia.

Seolah saat ini pemerintah berada pada kondisi yang dilematis antara penyelamatan ekonomi dengan nyawa manusia. Seyogyanya kebijakan pemerintah lebih memilih untuk memprioritaskan keselamatan seluruh masyarakatnya. Karena inilah hakikat tanggung jawab utama pemerintah. Seperti yang disampaikan Presiden Ghana beberapa waktu lalu, yakni ekonomi bisa dibangkitkan kembali, akan tetapi tidak dengan nyawa manusia.

Ketika pemerintah memilih kebijakan untuk segera menyelesaikan pandemi ini terlebih dahulu dengan memberlakukan pembatasan sosial masyarakat secara total dan dijalankan dengan disiplin, maka bukan tidak mungkin persoalan pandemi ini dapat segera diatasi. Setelah itu barulah pemerintah membangunkan kembali sektor perekonomian.

Tentu kebijakan ini bukan tanpa konsekuensi. Kebijakan pembatasan sosial secara total mengharuskan pemerintah membiayai seluruh kebutuhan masyarakat selama kebijakan tersebut. Hal ini menjadi kesulitan tersendiri bagi pemerintah yang saat ini menjadikan pajak sebagai tumpuan utama sumber pemasukan Negara. Padahal negeri ini kaya akan sumber daya alam, baik yang berada di permukaan maupun di dalam perut bumi. Oleh karena itu, perlu kiranya mencari sistem alternatif untuk menyelesaikan persoalan ini. Mungkin saja itu sistem Islam.

Ratih Wulan Puspita
Tanah Baru, Bogor

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 1

Comment here