Surat Pembaca

BoP, Penjajahan Gaya Baru

Bagikan di media sosialmu

Wacana-edukasi.com, SURAT PEMBACA– Rasanya tak ada dalam sejarah, perdamaian bisa tercipta lewat tangan penjajah. Namun sayangnya di dunia saat ini banyak yang menutup mata dan lebih memilih berpura-pura demi menjaga kenyamanan dan kepentingannya, bahkan ikut mem-framing ilusi kemerdekaan Palestina lewat sebuah organisasi yang justru diinisiasi oleh negara sekutu Penjajah.

Board Of Peace (Dewan Perdamaian), sebuah organisasi yang dibentuk Donald Trump untuk mempromosikan stabilitas dan perdamaian global kini memiliki proyek mengawasi pengakhiran secara permanen perang di Gaza, penyelesaian krisisi sandera, perlindungan warga sipil, rekonstruksi Jalur Gaza, serta kemajuan proses perdamaian Palestina – Israel yang berkelanjutan. Lebih dari 20 negara telah bergabung dalam BoP termasuk Indonesia. Untuk bisa bergabung dengan BoP harus dengan undangan, dan negara yang diundang dapat bergabung secara gratis selama tiga tahun, selain itu harga kursi permanen di dewan direksi BoP adalah US$ 1 miliar ( 17 triliun) dan dibayarkan secara tunai di tahun pertama. Ikut sertanya Indonesia dalam BoP dikatakan pemerintah sebagai upaya perdamaian Palestina.

Bop atau dewan perdamaian merupakan salah satu dari empat komite baru yang ditunjuk As untuk mengawasi rekonstruksi dan pemerintahan Gaza. Dalam hal pengambilan keputusan, meski ditentukan oleh suara mayoritas, tetap saja Trump dapat mem-veto karena haknya sebagai ketua. Tak heran banyak yang berpendapat bahwa dewan ini dibentuk untuk kepentingan Trump, bahkan Adrianus Harsawaskita, dosen Kebijakan luar Negeri Universitas Katolik Parahyangan berpendapat bahwa kepentingan yang diusung oleh BoP bukanlah kepentingan rakyat Palestina tapi kepentingan real-estate-nya Donald Trump (www.abc.net.au, 30/01/2026).

Banyak pro dan kontra terkait organisasi ini. Kritik datang dari negara Eropa termasuk Perancis dan Jerman yang prihatin akan tujuan dan struktur Board Of Peace (BoP). Recovery Gaza, perdamaian dan kemerdekaan Palestina yang menjadi tujuan krusial sangat bertolak belakang dengan fakta yang terjadi, karena meski BoP telah berdiri, Zionis Israel masih saja membabi buta melancarkan serangan yang menewaskan puluhan rakyat Palestina.

Melihat tindakan Zionis Israel, serta tidak adanya Palestina sebagai pihak yang terkait dalam keanggotaan BoP, hal ini cukup membuktikan bahwa BoP dibentuk bukan untuk perdamaian Palestina melainkan untuk kepentingan geopolitik dan ekonomi AS. Donald Trump sejatinya ingin menguasai Gaza, mengusir penduduk Gaza dan membangun Gaza baru yang berisi gedung pencakar langit, wisata pantai, pelabuhan, menara dan apartemen. Keberadaan BoP justru menjadi alat untuk merealisasikan rencana Trump, dan bagi Palestina jelas tak berarti apa-apa karena masih akan terjebak dengan situasi yang sama seperti sebelumnya, namun dengan versi yang berbeda. Dan kita juga disajikan fakta yang lebih menyakitkan lagi, ketika negeri -negeri muslim termasuk Indonesia masuk ke dalam Board Of Peace. Sungguh ini adalah pengkhianatan terbesar terhadap muslim Gaza.

Palestina membutuhkan pembebasan dari pendudukan Zionis, bukan BoP atau rencana-rencana AS lainnya. Bukan juga gedung-gedung megah dan tempat wisata, mereka hanya butuh merdeka dari tangan penjajah. Dan semua bisa terwujud jika zionis hengkang dari Palestina. Satu-satunya jalan untuk membuat mereka hengkang adalah dengan jihad, dan yang bisa merealisasikan jihad hanyalah Khilafah, karena Khilafah adalah satu-satunya institusi yang menaungi seluruh umat Islam di dunia yang tak hanya berperan sebagai periayah namun juga sebagai junnah (pelindung) harta, tanah dan nyawa muslim sedunia. Hanya Khilafah yang bisa mengomando jihad akbar untuk membebaskan Palestina tanpa harus melewati berbagai perundingan dan berharap pada organisasi perdamaian lainnya.

Kita sebagai muslim harusnya tidak mengikuti langkah negeri kafir yang sejatinya menghambat kemerdekaan Palestina, apalagi bersekutu dengan mereka yang jelas-jelas merupakan negara kafir harbi fi’lan (AS dan Zionis) yang tengah memerangi Palestina. Sebagai muslim, kita seyogyanya bersegera mewujudkan Khilafah, karena hanya Khilafah satu-satunya yang bisa menyelamatkan Palestina dan juga kita.

Disclaimer

Wacana Edukasi adalah sarana edukasi masyarakat. Silakan kirimkan tulisan anda ke media kami. Wacana Edukasi akan melakukan seleksi dan menayangkan berbagai naskah dari Anda. Tulisan yang dikirim bisa berupa Opini, SP, Puisi, Cerpen, Sejarah Islam, Tsaqofah Islam, Fiqih, Story Telling, Olah raga, Kesehatan, Makanan, ataupun tulisan lainnya. Tulisan tidak boleh berisi hoaks, mengandung SARA, ujaran kebencian, dan bertentangan dengan syariat Islam. Tulisan yang dikirim sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis.

Views: 6

Comment here