Oleh: Hakimah Izzah, S. Pd. (Aktivis Muslimah)
Wacana-edukasi.com, OPINI–Konflik Israel–Palestina adalah konflik militer dan politik yang sedang berlangsung tentang wilayah dan penentuan nasib sendiri di dalam teritori bekas Mandat Palestina dari abad ke-19 hingga saat ini. Konflik ini merupakan salah satu konflik terpanjang yang masih berlangsung di dunia. Palestina tidak akan bisa terbebas dari jeratan Israel sampai kapan pun kecuali dengan solusi yang tuntas.
Dikutip dari m.antaranews.com, jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah mencapai 71.269 orang, sementara 171.232 lainnya mengalami luka. Otoritas kesehatan setempat melaporkan bahwa selama 48 jam terakhir, tiga korban tewas dibawa ke rumah sakit di Gaza, termasuk dua jasad yang dievakuasi dari reruntuhan, selain 10 korban luka. Sejumlah korban masih tertimbun puing-puing dan tergeletak di jalan-jalan karena tim ambulans dan pertahanan sipil masih belum dapat menjangkau mereka.
Jumlah korban terus meningkat setiap harinya. Tidak ada kata damai bagi Israel laknatullah, mereka akan terus memborbardir tanpa henti dan tanpa belas kasih. Hati nurani mereka telah mati dan hilang, nilai kemanusiaan sudah tidak ada lagi dalam benak mereka.
Selain mereka memborbardir fisik hingga tempat tinggal rakyat Palestina, mereka juga melarang berbagai organisasi kemanusiaan yang beroperasi di Palestina. Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina sangat mengutuk keputusan yang diambil Israel untuk membatalkan izin kerja 37 organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di wilayah Palestina yang diduduki, khususnya di Jalur Gaza. Alasan Israel atas pemberlakuan larangan tersebut, menekankan bahwa organisasi-organisasi ini memberikan dukungan kemanusiaan, layanan kesehatan, dan lingkungan yang penting bagi warga Palestina, terutama di Gaza, di tengah konflik Israel. Padahal kenyataannya Israel tidak memiliki kedaulatan atas wilayah-wilayah Palestina yang diduduki, termasuk Yerusalem, dan Palestina.
Adanya organisasi yang di tugaskan di Palestina itu sangat membantu rakyat Palestina. Meskipun bantuan yang diberikan bukanlah solusi solutif untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.
Penderitaan rakyat Palestina akan terus berlangsung tanpa henti selama negara Israel tetap ada, walau tidak diakui maupun diakui oleh dunia. Yang mereka inginkan hanyalah bisa menguasai tanah Palestina. Menguasai mulai dari politik hingga ekonominya dengan segala cara dan upaya. Negara Israel akan terus menghabiskan rakyat Palestina sampai tidak bersisa sedikit pun.
Membiarkan negara Israel sama halnya membiarkan saudara se-iman dan se-muslim kita menderita selamanya. Mengutuk atau pun menyumpahi Israel saja itu tidak cukup bagi rakyat Palestina apalagi hanya bisa mendoakan itulah selemah lemahnya iman.
Palestina butuh solusi yang bisa menyelesaikan sampai ke akar-akarnya. Bukan hanya solusi perdamaian sebagaimana di tawarkan oleh pemimpin AS. Israel tak kenal kata berdamai, yang mereka inginkan hanyalah bisa menjadikan tanah Palestina miliknya.
Banyak negara-negara muslim di dunia menanggapi konflik Israel-Palestina hanya dengan sebatas kecaman. Genjatan senjata seoalah menjadi solusi solutif atas konflik kedua negara.
Bantuan kemanusiaan pun tak cukup bagi mereka, untuk menghentikan penderitaan ini. Tak heran banyak terjadi pengkhianat, penguasa muslim yang seharusnya mengirim bala bantuan tidak sedikit yang acuh bahkan menutup akses bantuan.
Lantas solusi bagaimana yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan rakyat Palestina? Yaitu dengan bersatunya umat Islam di seluruh belahan dunia menjadi satu kesatuan dinaungi oleh Khilafah Al Islamiyah. Hanya dengan Khilafahlah kekuatan kaum muslim akan terbentuk dan bisa menghancurkan negara Israel beserta sekutu sekutunya.
Negara adidaya Khilafah adalah negara yang terdiri dari berbagai negara yang ada di dunia. Bersatu menjadi satu kesatuan dengan peraturan yang lahir dari firman Allah yaitu Al Qur’an dan as-sunnah.
Khilafah merupakan junnah bagi kaum muslimin atau dengan kata lain yang artinya perisai bagi kaum muslimin. Dengan adanya Khilafah kekuatan itu akan bersatu dan bisa menghancurkan musuh-musuh Islam salah satunya negara Israel.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ
“Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al-Masjidil Haram ke Al-Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya, agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui” [al-Israa/17 : 1].
Dengan adanya firman Allah tersebut sebagai penguat bukti bahwa tanah Palestina adalah tanah hak kaum muslimin yang harus di perjuangkan dan jangan sampai diambil alih oleh negara Israel. Ada berbagai keutamaan yang ada di tanah Palestina. Salah satunya sebagai tanah suci yang diberkahi Allah, tempat Masjidil Aqsa berada (kiblat pertama dan salah satu dari tiga masjid utama), lokasi Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, tempat kelahiran dan dakwah para nabi, serta simbol perjuangan dan keteguhan iman yang dilindungi keberkahannya hingga akhir zaman. Keberkahannya meliputi alamnya yang subur dan keutamaan pahala ibadah di dalamnya, serta menjadi tempat berlindung bagi kaum muslim.
Views: 0


Comment here